Kemajemukan ini, lanjut Bu Guru Mega, merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus ditanamkan sejak dini ke anak-anak.
"Jadi kita mindset-nya sudah NKRI. Tidak ada rasisme atau bullying. Kita adalah lembaga pendidikan yang mencetak generasi emas," pungkasnya.
Untuk bahan-bahan upakara, dibuat secara swadaya oleh para guru dan murid. Demikian pula tari-tarian melibatkan para murid.
Sementara Jero Mangku Wayan Nasib berharap, Dewi Saraswati senantiasa menganugerahkan keselamatan dan kecerdasan bagi keluarga besar SDN 2 Ubung.
"Untuk upakara pada dasarnya sama dengan semua sekolah di Bali. Kita tambahkan caru dan 'ngaturang banten' di palinggih-palinggih lain di areal sekolah guna memohon keselamatan," ujar Mangku Nasib.
Menurutnya, alangkah baiknya jika sehari setelah Saraswati disempurnakan dengan prosesi "Bayu Pinaruh" di laut atau mata air suci sebagai simbol "panglukatan".










