Sensasi berbeda juga disiapkan dari sisi arsitektur dan tata ruang venue melalui konsep bertajuk Island Life. Memanfaatkan kontur geografis STHALA Ubud, kawasan festival dibagi menjadi tiga area naratif yang menggambarkan perjalanan alam dari gunung, daratan, hingga sungai. Menariknya, edisi 2026 menjadi tonggak awal penerapan energi terbarukan melalui pemanfaatan tenaga surya di salah satu area panggung serta penyediaan charging station ramah lingkungan bagi para pengunjung.
UVJF Committee dari Artis Architects, Diana Surya, menjelaskan inovasi tata ruang dan transisi energi yang diterapkan pada penyelenggaraan tahun ke-12 keikutsertaannya. "Tahun ini merupakan tahun keempat kami menggarap venue di STHALA Ubud, tetapi pengalaman ruangnya akan berbeda. Narasi ruang yang kami bangun adalah perjalanan dari gunung menuju laut. Selain itu, untuk pertama kalinya kami menghadirkan energi terbarukan berbasis tenaga surya di dalam area festival," jelasnya.
Dukungan terhadap festival ini turut memperkuat visi hospitality berkelanjutan yang diusung oleh pihak akomodasi penelenggara. GM STHALA Ubud Bali, Lasta Arimbawa, menyatakan bahwa kemitraan ini sejalan dengan komitmen hotel dalam merayakan seni dan memberdayakan komunitas lokal. "Hospitality bukan hanya soal menyediakan akomodasi, tetapi juga membangun kolaborasi dengan komunitas lokal dan merayakan keberagaman budaya. Nilai-nilai itulah yang kami temukan di Ubud Village Jazz Festival," tutur Lasta. Melalui sinergi antar-elemen ini, UVJF 2026 diharapkan kembali memberi dampak positif bagi ekosistem musik dan pariwisata budaya di Bali. (M-001)










