Masih Terisolir, Ratusan Warga Dusun Bukit Galah Karangasem Diungsikan

AMLAPURA-fajarbali.com | Dampak erupsi Gunung Agung membuat sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, bahkan satu dusun tercatat masih terisolir karena rusaknya jalan menuju Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.



Kondisi tersebut membuat hampir 33 KK warga Dusun Galah yang sebelumnya kembali dari lokasi pengungsian di Gor Swecapura, Kabupaten Klungkung, harus diungsikan sementara waktu di desa terdekat, yakni di Dusun Tegeh, Desa Amerthabuana, Kecamatan Selat, Karangasem.

Kepala BPBD Karangasem,IB Arimbawa,Senin (12/2/2018) membenarkan jika pengungsi asal Dusun Bukit Galah sementara waktu diungsikan kembali ke Dusun Tegeh. Hal itu dikarenakan, untuk mencapai ke Dusun Bukit Galah, jalannya masih belum bisa dilalui sehingga pihaknya mengungsikan warga terutama anak-anak dan lansia di desa terdekat.



“Dusunya masih terisolir kita tempatkan dulu di desa terdekat agar mereka bisa pulang,” ujar IB Arimbawa.

Arimbawa mengatakan, pihaknya juga telah siap memasang tenda pengungsi untuk menampung sekitar 135 jiwa itu. Tenda tersebut disiapkan apalagi balai banjar Tegeh tidak mampu menampung jumlah warga yang mengungsi. Jangan sampai, kata Arimbawa para pengungsi tidak mendapatkan tempat berteduh. “Kalau memang balai banjarnya tidak mampu menampung, kami siapkan tenda –tenda jangan sampai mereka tidur dibawah,” ujarnya.




Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan logistic pengungsi asal Dusun Bukit Galah ini, sementara waktu pihaknya mencarikanya ke Pos Induk Tanah Ampo. Arimbawa sendiri belum mengetahui sampai kapan warga Dusun Bukit Galah akan ditempatkan di Dusun Tegeh.

Namun, dengan kondisi yang sudah cukup landai, pihaknya mengharapkan perbaikan infrastruktur secepatnya dilakukan. “Kami sudah mohon bantuan kebidang logistik untuk pemenuhan kebutuhan yang sifatnya emergency karena banyak anak-anak dan juga ada lansia,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, keluhan serupa juga disampaikan para perbekel yang terdampak erupsi Gunung Agung. Selain perbaikan infrastruktur, para perbekel juga mengusulkan dalam sebulan kedepan dibantu kebutuhan logistik mengingat saat ini wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih. (bud)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sakit Hati Merasa Dikibuli Janji Pekerjaan, Tebas Teman Pakai Sabit

Sen Feb 12 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Sakit hati karena berulangkali dijanjikan pekerjaan tapi tidak pernah didapatkan, Nyoman Mindra (50) mengamuk dan menebas temannya, I Gede Putu Sudiasa (34) dengan menggunakan sabit. Percobaan pembunuhan itu terjadi di depan Hotel Sol Beach House, Jalan Pratama, Banjar Terore, Benoa, Kuta Selatan, Senin (12/2/2018) sekitar pukul 08.30.  Save […]

Berita Lainnya