Masa Pandemi Belum Usai, Masyarakat Diminta Jaga Keuangan Tetap Sehat

DENPASAR-fajarbali.com | Pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak pada meningkatnya risiko krisis kesehatan dan ekonomi harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat, termasuk dalam hal mengatur keuangan. Dengan kondisi perekonomian global dan Indonesia yang saat ini menghadapi tekanan, diperlukan penghitungan ulang terkait pemasukan hingga pengeluaran, agar dapat mengantisipasi dampak yang lebih buruk.

  Menurut Praktisi Ekonomi Fredy Maradona menyampaikan, dalam mengatur keuangan, baik saat pandemi Covid-19 maupun dalam kondisi normal, yang harus dilakukan pertama kali adalah menyisihkan sebagian dari penghasilan sejak awal menerima gaji atau penghasilan, bukan sekadar menyisakan penghasilan. Ini menjadi prinsip utama yang harus dipegang.

  “Setiap orang harus mengatur keuangannya sejak awal menerima pendapatan. Misalnya 50 persen untuk kebutuhan kita, 10 persen untuk asuransi, 20 persen untuk investasi, 10 persen untuk sedekah, itu sebagai contoh saja. Intinya kita melakukan penyisihan di awal bulan, bukan di akhir bulan. Tetapi kebanyakan dari kita begitu menerima gaji, kita langsung pakai saja tanpa ada catatan sama sekali. Tiba-tiba setelah dua minggu, dompet kita sudah menipis. Setelah itu baru berfikir bagaimana bertahan hidup di dua minggu ke depan. Ini yang salah, harusnya sejak awal sudah disisihkan,” ujarnya, Senin (3/1/2022).

  Untuk jumlah uang yang disisihkan, menurut Fredy hal ini sangat bergantung dari jumlah gaji atau penghasilan dari masing-masing orang dan juga kebutuhannya. Sebab ada yang bisa bertahan hidup dengan menggunakan 40 persen dari pendapatan, ada juga yang sampai 70 persen. Perlu diingat bahwa di masa pandemi Covid-19 ini, sebagian besar orang mengalami penurunan pendapatan. Ada yang usahanya “gulung tikar”, hingga mengalami Pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga dalam menggunakan uang harus lebih bijak untuk menimbang antara kebutuhan dan keinginan.

  “Kalau memang penghasilannya mepet, tidak apa-apa dari penghasilan kita 70 persen untuk konsumsi, 30 persen untuk investasi. Tetapi minimal kita harus menyisihkan setidaknya 20 persen dari penghasilan kita untuk investasi, lebih besar lebih baik. Namun, pada umumnya seseorang malas mengatur keuangan jika tidak mempunyai tujuan. Karenanya, seseorang harus memastikan tujuan dan nilai dari tujuan yang ingin dicapainya agar lebih disiplin mengatur keuangan,” imbuhnya.

  Fredy menekankan, bagian penting dari menyisihkan penghasilan di awal adalah untuk memenuhi kebutuhan darurat. “Tanpa adanya dana darurat, kita bakal kesulitan saat membutuhkan uang dalam keadaan darurat, salah satu contoh konkretnya adalah masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi,” pungkasnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sebanyak 33 Personil Polres Gianyar Purnabakti

Sen Jan 3 , 2022
GIANYAR-fajarbali.com | Sebanyak 33 orang anggota Polres Gianyar memasuki purnabakti pada awal tahun. Upacara purnabakti, kenaikan pangkat serta penyerahan reward dipimpin langsung Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana di Lapangan Mapolres Gianyar.