DENPASAR-Fajarbali.com | Sidang kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan sejumlah pembangunan di Buleleng dengan terdakwa eks Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka, Selasa (28/12/2021) sudah mulai digelar di Pengadilan Tipikor Denpasar.
Dalam sidang yang masih mengagendakan pembacaan dakwaan itu terungkap bahwa ada aliran dana Rp 300 juta dari pengurusan LNG di Celukan Bawang yang mengalir ke rekening Bupati Gianyar, I Made Mahayastra.
Disebutkan dalam dakwaan, salah satu gratifikasi yang diterima Dewa Puspaka yaitu terkait perijinan terminal LNG di Celukan Bawang pada 2015.
Dalam pengurusan ijin yang diajukan PT PEI ini sudah mengeluarkan biaya Rp 1.8 miliar yang ditransfer ke rekening Made Sukawan Adika yang merupakan anak buah Dewa Puspaka. Saat itu Dewa Puspaka juga menjanjikan kemudahan perijinan untuk PT PEI.
Sementara dari sejumlah uang yang ditransfer tersebut digunakan untuk jasa konsultan Rp 725 juta. Sementara sisanya mengalir ke rekening I Made Mahayastra yang kini menjabat sebagai Bupati Gianyar Rp 300 juta.
Uang tersebut juga mengalir ke salah satu mantan pebulutangkis Bali, Made Candra Berate Rp 25 juta. Meski menerima sejumlah aliran dana dari gratifikasi ijin LNG di Buleleng, namun Mahayastra tak pernah dipanggil penyidik Kejati Bali untuk diperiksa.
Mahayastra yang dikonfirmasi membenarkan pernah menerima uang transferan dari Dewa Ketut Puspaka pada 2015 sejumlah Rp 300 juta. Namun ia membantah jika uang tersebut terkait kasus gratifikasi yang menjerat Dewa Puspaka.










