Mahasiswa UNR Diberikan Tips-tips Rahasia Sukses

Dalam era serba digital saat ini, membangun personal branding sangat penting, terutama bagi mereka yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan. Semakin mahir seseorang dalam personal branding dan public speaking maka, semakin mudah untuk memperoleh kesempatan.

(Last Updated On: )
Seminar Public Speaking dan Personal Branding bagi mahasiswa UNR, Jumat (17/5/2024).

DENPASAR-fajarbali.com | Serangkaian hari jadi Yayasan Jagadhita Denpasar dan Dies Natalis ke-45 Universitas Ngurah Rai (UNR), Himpunan Mahasiswa KIP UNR menggelar Seminar Public Speaking dan Personal Branding, pada Jumat (17/5/2024) di Auditorium UNR.

Seminar yang melibatkan ratusan mahasiswa UNR ini mengusung tema “Berdayakan Diri Anda dan Tingkatkan Kepercayaan Diri Anda dengan Keterampilan Public Speaking dan Personal Branding“. Hadir sebagai narasumber Anak Agung Bagus Harjunanthara, seorang Multitalented Artis dan Wayan Epa Jayantika seorang public speaker.

Ketua Panitia Himpunan Mahasiswa KIP UNR Ari Partha didampingi Ni Luh Komang Cantika Revinata selaku penanggungjawab menyampaikan, pemberdayaan diri melalui publik speaking dan personal branding merupakan sebuah pembentukan karakter, yang nantinya dijadikan bekal setiap individu masing-masing sebelum terjun ke dunia pekerjaan.

Dalam era serba digital saat ini, kata mahasiswa semester 4 ini, membangun personal branding sangat penting, terutama bagi mereka yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan. Semakin mahir seseorang dalam personal branding dan public speaking maka, semakin mudah untuk memperoleh kesempatan.

“Saya berharap dengan seminar ini teman – teman di UNR bisa belajar banyak lagi mengenai personal branding dan public speaking agar bisa mengetahui juga bagaimana cara berkomunikasi melalui sosial media,” katanya.

Sementara narasumber Harjunanthara menyampaikan materi mengenai personal branding. Dimana dalam kesempatan itu ia berbagi pengalaman dalam membangun personal brandingnya yang mampu merubah hidupnya dengan memanfaatkan sosial media.

“Dengan aktif membangun personal branding sebagai seorang seniman tari dan juga aktif di sosial media, hal itu merubah hidup saya dan dari sana bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya.

Arjun sapaan akrabnya yang juga seorang koreografer kelahiran Ubud ini membagikan tips dalam membangun personal branding diantaranya; dengan mengenali siapa diri kita dan seperti apa, menggali potensi diri, membangun citra berdasarkan potensi yang dimiliki.

“Kenali diri kalian seperti apa, gali potensi diri kalian dan diexplorasi sejauh mana kita mencintai passion kita, bagaimana membuat citra dalam passion tersebut dan itu bisa di-share melalui sosial media,” jelasnya.

Arjun melanjutkan, personil branding penting karena  sebagai daya tarik untuk promosi, sebagai pembuka jalan dan kredibilitas.

“Asah keterampilan apa yang menjadi keunikan diri dan tentukan target audiens selain itu tampilkan lebih banyak portofolio, dan juga perluas networking,” jelas dia.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNR Dr. Gede Wirata, S.Sos., SH., MAP menyampaikan, di era keterbukaan informasi publik saat ini, kesempatan untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat di muka umum sangat terbuka lebar. Setiap orang dapat berbicara di muka umum namun belum tentu semua orang mampu berbicara dengan cara yang tepat di waktu yang tepat.

Berbicara, menurut Wirata, adalah proses dan seni penyampaian informasi dan gagasan kepada orang yang tepat di waktu yang tepat dengan cara yang tepat sehingga mengikuti hal-hal yang diharapkan publik merupakan berbicara kepada masyarakat atau suatu organisasi yang tersusul dengan baik.

“Tidak semua orang memiliki percaya diri dalam berkomunikasi apalagi harus berbicara lantang di depan publik maka dari itu pergunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin untuk menambah wawasan atau pengetahuan di bidang komunikasi serta bagaimana cara meningkatkan percaya diri di depan audiens,” kata Wirata.

Next Post

Pertalife Insurance Tebar Kebaikan Eco Enzyme di Pulau Dewata

Sab Mei 18 , 2024
Perkembangan pariwisata yang sangat pesat di Bali tentu meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, namun juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, salah satunya adalah meningkatnya produksi limbah sampah yang bila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan polusi dan kerusakan lingkungan.
PERTALIFE ECO

Berita Lainnya