MANGUPURA-fajarbali.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar hadir di Desa/Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dengan semangat pengabdian dan kolaborasi lintas jurusan.
Dari mahasiswa untuk Desa Mengwi
Pengabdian ini diwujudkan
lewat kegiatan yang mendorong masyarakat hidup lebih sehat, mandiri, dan berdaya.
Koordinator/Ketua Kelompok KKN Ida Ayu Agung Iswara Dewi, mengatakan kegiatan diawali dengan survei ke keluarga untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing rumah tangga sehingga program kerja yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk kelompok lansia, lanjut Iswara Dewi, mahasiswa menyelenggarakan aktivitas fisik, edukasi mengenai penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus, edukasi gizi terkait konsumsi garam, gula, dan lemak, serta skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, dan asam urat.
"Selain itu, lansia juga mendapatkan terapi komplementer berupa akupresur yang bermanfaat melancarkan peredaran darah dan memberikan efek relaksasi," jelas Iswara Dewi.
Pada kesempatan yang sama, Ni Wayan Putri, A.Md.Keb, Kepala Puskesmas Pembantu Mengwi turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungan penuh atas program yang dijalankan mahasiswa.
Kepala Puskesmas juga menyampaikan sejumlah masukan mengenai program kerja tambahan yang dapat dilaksanakan agar manfaat kegiatan semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kegiatan ini pun mendapat dukungan dari kepala desa, aparat desa, kader kesehatan serta Puskesmas Mengwi I. Dukungan tersebut diharapkan menjadi tonggak semangat bagi mahasiswa untuk terus mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah dalam
pelayanan nyata kepada masyarakat.
Tidak hanya fokus pada lansia, mahasiswa juga melakukan kegiatan di sekolah-sekolah. Di tingkat SD, anak-anak diberikan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar serta edukasi mengenai tas siaga bencana sebagai bagian dari program Desa Tangguh Bencana.
Untuk siswa SMP, kegiatan difokuskan pada edukasi penyakit menular yakni tuberkulosis serta pemahaman
tentang kawasan tanpa rokok. Sementara itu, di SMA mahasiswa memberikan edukasi kesehatan mental, pentingnya sarapan sehat, serta edukasi SADARI (periksa payudara sendiri) bagi remaja putri sebagai langkah pencegahan dini kanker payudara.
Pemberdayaan kader dilakukan melalui demontrasi pembuatan mie kelor sebagai inovasi pangan yang tinggi zat besi. Kader juga diajak membuat boreh dari bahan dasar daun kelor dan kencur yang berkhasiat sebagai antioksidan melawan radikal bebas.
Diperkenalkan juga pembuatan pestisida alami dari kulit bawang merah dan bawang putih yang ramah lingkungan
serta efektif mengurangi hama tanaman.
Kegiatan juga menyasar ibu hamil dengan senam ibu hamil dan edukasi mengenai anemia agar mereka lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan asupan zat besi.
Selain program kesehatan individu, mahasiswa turut berkontribusi pada kesehatan lingkungan dengan membuat biopori di beberapa titik untuk mengurangi genangan air dan menjaga kesuburan tanah.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mendukung kesehatan masyarakat Desa Mengwi secara holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan.










