"Seperti yang kita ketahui, wisatawan yang datang ke Bali tentu untuk menikmati seni dan budaya termasuk beragam jenis makanan tradisionalnya. Ini lah yang kita berdayakan di Made's Warung. Selain ada makanan tradisionalnya, kita suguhkan pengunjung dengan tarian tradisional Bali. Dimana hal ini sebagai bentuk komitmen kami dalam melestarikan dan meningkatkan eksistensi seni dan budaya Bali dimata dunia," terangnya.
Dikatakan, warung pertama berdiri di Jalan Pantai Kuta, sementara Made's Warung Seminyak baru berdiri tahun 1997. Sampai saat ini jumlah cabang Made's Warung ada lima di Bali, dua di Jakarta, dan dua di Belanda. Cabang Made's Warung di Bali yaitu di Kuta, Seminyak, Canggu, dan dua di area Bandara Ngurah Rai.

Fashion show warnai kemeriahan perayaan 54 tahun berdirinya Made's Warung. (Foto: Tha)
Adapun menu pertama yang dijual yaitu tipat cantok, rujak, jaja injin, kopi tubruk, dan jaja Bali. Semakin berkembangnya zaman, menu Made's Warung juga berkembang hingga menjual nasi campur. Diakui yang paling banyak dicari saat ini nasi campur, nasi goreng, mie goreng, dan sate. Seiring berjalannya waktu Made's Warung menjadi identik dengan perjalanan dunia pariwisata Bali. Made's Warung kini menjadi salah satu representasi dari Bali. Oleh sebab itu muncul ungkapan, belum lengkap mengunjungi Bali jika tidak makan di Warung Made.
Kini Warung Made di Kuta, tetap eksis di tengah-tengah gemuruh pariwisata Bali yang kian modern. Warung ini ibarat ikon kultural yang mengingatkan banyak orang, termasuk para wisatawan, bahwa Bali tumbuh di bawah tali persaudaraan yang kental; menerima siapa saja yang datang sebagai saudara dan teman. Ikatan semacam inilah yang menjadi rahasia yang membuat Made's Warung tetap eksis dan bertahan lebih dari setengah abad.










