Terkait tema, Darma Suyasa merinci, Kreatif berarti memiliki daya cipta, mampu berfikir out of the box dalam menyelesaikan suatu tugas yang diberikan atau menangani permasalahan yang dihadapi.
Inovatif berarti kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya baru.
"Di antara Kreatif dan Inovatif tersebut, ada sebuah keyakinan yang harus dimiliki yaitu Optimisme yang berarti selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal. Ketiga karakter tersebut harus dipupuk dengan baik untuk bisa bertahan dan bersaing," jelas rektor.
Rektor memastikan, COI yang digelar 3-5 September 2024 bebas dari praktik perploncoan. Justru menjadi wahana penanaman lima program gerakan nasional revolusi mental, sesuai panduan PKKMB dari Kemendikbudristek.
"COI ITEKES Bali diharapkan dapat memberikan bekal awal agar mahasiswa kelak akan menjadi alumni ITEKES Bali yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global," harap rektor.

Rektor merasa bangga karena serapan mahasiswa semakin meluas dari berbagai provinsi, bahkan dari Timor Leste yang meminati prodi-prodi kesehatan langka. Ini mengindikasikan bahwa nama ITEKES Bali dengan berbagai program studinya menjadi pilihan masyarakat luas.
Merespons jumlah mahasiswa yang terus meningkat signifikan, Ketua YPPLPK Bali, Drs. Ida Bagus Arka sampai menyiapkan apartemen berkapasitas 200 orang bagi maba dengan harga lebih murah dibandingkan kos mandiri.
Hal ini guna mendukung kegiatan akademik mahasiswa yang padat dengan perkuliahan dan praktik serta memudahkan pengawasan orang tua.










