Di sisi lain, Ruang Fungsi mempresentasikan Repetisi Memori, sebuah eksibisi yang menelisik rekonstruksi ingatan melalui waktu dan ruang. Menampilkan sepuluh seniman seperti Sirin Farid Stevy dan Ade Habibie, pameran ini menekankan pentingnya eksperimentasi. "Ruang Fungsi percaya bahwa ruang seni independen berkembang melalui kolaborasi," ungkap perwakilan Ruang Fungsi, Denny Novikar.
Penguatan visibilitas seniman lokal di panggung yang lebih luas menjadi fokus utama dari gelaran ini. Kelsang Dolma, Director of Special Art Projects Nuanu, menjelaskan, "Salah satu hal yang ingin kami lakukan melalui Labyrinth adalah membuka kesempatan bagi komunitas-komunitas tersebut untuk menghadirkan para senimannya di Bali dan memperkenalkan mereka kepada audiens baru," ucapnya.
Melalui integrasi wacana visual dan kolaborasi antarwilayah ini, pameran ganda di Labyrinth Art Gallery diharapkan dapat memicu dialog kreatif yang berkelanjutan. Kehadiran ruang apresiasi ini tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai dinamika seni kontemporer, tetapi juga memperkokoh jejaring komunitas kreatif di tanah air. (M-001)










