Lubang Kecil, Manfaat Besar: Biopori Hadir di Desa Nyalian, Klungkung

IMG-20250819-WA0009
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, menginisiasi program pembuatan lubang biopori sebagai salah satu langkah mencegah penumpukan sampah organik, salah satunya di Desa Nyalian, Kabupaten Klungkung.

Sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan dapat dimasukkan ke dalam lubang, yang kemudian akan terurai secara alami dan memperkaya tanah.
Selain pembuatan lubang, tim Pengabdian Masyarakat memberikan edukasi mengenai manfaat dan cara perawatan lubang biopori Dengan perawatan yang tepat, lubang biopori dapat berfungsi optimal selama bertahun-tahun.

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengatasi permasalahan genangan air di SDN 1 Nyalian, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Tidak hanya di lingkungan sekolah, kegiatan juga diperluas ke pemukiman warga yang kerap terdampak terkena genangan.

Pembuatan lubang biopori di rumah-rumah penduduk difokuskan pada titik-titik rawan banjir, terutama di halaman dan pekarangan dengan permukaan tanah rendah. Warga dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan, sehingga memahami teknik, manfaat, dan cara perawatannya.

Langkah ini diharapkan mempercepat penyerapan air hujan sekaligus mengurangi risiko banjir yang sering terjadi saat curah hujan tinggi.

Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan warga, pembuatan lubang biopori tidak hanya menjadi solusi teknis jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan demi kenyamanan dan kelestarian bersama.

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top