
Kelompok perempuan di Kota Denpasar mengikuti Munas Perempuan untuk Pembangunan secara daring, dari Kampus Universitas Ngurah Rai 26-27 Maret 2024.
DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com I Kaum perempuan yang tergabung dalam organisasi perempuan, kelompok disabilitas, Sekolah Perempuan, komunitas perempuan se-Kota Denpasar berkumpul di Aula Pascasarjana Universitas Ngurah Rai (UNR) untuk mengikuti Munas Perempuan Nasional untuk Pembangunan tahun 2024 yang diwadahi LSM Bali Sruti dan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) UNR, pada Selasa (26/3/2024) secara hybrid.
Ketua LSM Bali Sruti Dr. Ir. Ni Luh Riniti Rahayu, M.Si., mengungkapkan, sedikitnya ada tujuh permasalahan mendasar yang diajukan perempuan Kota Denpasar, di antaranya; kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesehatan reproduksi.
“Rumusan-rumusan masalah itu merupakan hasil musyawarah daerah kota Denpasar yang digelar sebelumnya melalui tahapan kajian-kajian mendalam,” jelas Riniti.
Akademisi sekaligus aktivis perempuan ini, menambahkan dari hasil usulan semua kabupaten/kota se-Indonesia tersebut dikolaborasikan atau dikompilasi dan menjadi topik dalam Munas yang dibahas sekarang untuk ditindak lanjuti melalui usulan yang nantinya masuk dalam RPJMN.
“Usulan ini nanti akan diajukan ke Kementerian Bapenas sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan yang dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN),” sebutnya.
Riniti menambahkan, Bali Sruti berkolaborasi dengan Fishum UNR ikut terlibat dari awal Musda untuk menghasilkan usulan-usulan yang diajukan ke pusat.










