Longsor di Tiga Titik, 10 SD di Kecamatan Payangan Diliburkan

sembilan SD di Kecamatan Payangan diliburkan. SD ini meliputi SDN 1.2, 3, 4 dan 5 di Desa Buahan. SDN 1, 2 dan 3 Kelusa, SD 1 dan 2 Bresela. Keputusan meliburkan siswa didik ini, karena akses menuju sekolah tidak bisa dilalui, kendaraan baik roda empat dan roda dua. Di samping itu, bila dipaksakan bersekolah, maka anak-anak datang ke sekolah dengan kaki berlumpur dan basah.

(Last Updated On: )

GIANYAR-fajarbali.com | Sebanyak sembilan sekolah dasar diliburkan akibat akses menuju ke sekolah mereka longsor. Sekolah SD terpaksa diliburkan karena mencegah adanya kecelakaan akibat bencana hujan deras yang terjadi Senin (17/10/2022).

Dikonfirmasi Kadisdik Gianyar, Made Suradnya, membenarkan kalau sembilan SD di Kecamatan Payangan diliburkan. SD ini meliputi SDN 1.2, 3, 4 dan 5 di Desa Buahan. SDN 1, 2 dan 3 Kelusa, SD 1 dan 2 Bresela. Keputusan meliburkan siswa didik ini, karena akses menunu sekolah tidak bisa dilalui, kendaraan baik roda empat dan roda dua. Disamping itu, bila dipaksakan bersekolah, maka anak-anak datang ke sejolah dengan kaki berlumpur dan basah. “Justru kalau dipaksa sekolah, membahayakan, selain anak-anak tidak nyaman belajar juga kemungkinan saat perjalanan ke sekolah menghadapi bencana tidak terduga,” jelas Suradnya.

Imbauan kepada kepala sekolah juga diharapkan, Kepsek mengecek kondisi bangunan sekolah dan lingkungan. Selanjutnya bisa menyiangi pohon perindang di sekolah. Pun demikian, diharapkan dengan kerja keras BPBD Gianyar bersama masyarakat, bisa mengatasi akses jalan agar bisa dilakui dengan baik. “Semoga hari ini atas kerja keras Tim BPBD akses jalan kembali normal dan anak-anak bisa sekolah kembali,” harapnya. Begitu juga, dijelaskan puluhan siswa SMP yang berasal dari tiga desa tersebut juga tidak bisa bersekolah. “Ya, anak-anak SMP dari Desa Buahan, Bresela dan Kelusa juga tidak bisa sekolah. Besok harapan kita sudah normal,” harapnya.

Diimbau juga kepada Kepala Sekolah baik SD dan SMP untuk memperhatikan keselamatan siswa peserta didiknya. “Kalau dirasa cuaca tidak bersahabat dan kemungkinan ada hujan lebat, sebaiknya diliburkan atau sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” imbaunya. Di samping itu, kepada orang tua siswa, agar ikut mengawasi putra-putrinya agar tidak bermain di areal sungai atau tebing yang tinggi termasuk di bawah pohon perindang. “Situasi ini (cuaca buruk) masih berpeluang terjadi beberapa hari ke depan, sehingga mari kita sama-sama waspada,” imbaunya lagi.sar

Next Post

BNPT Gelar Pelatihan Terorisme di Bali Jelang KTT G20

Sen Okt 17 , 2022
Bali Masih Aman dari Ancaman Kelompok Radikal
IMG_20221017_134428-20621749

Berita Lainnya