Dalam pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, Sudarwitha menyatakan, ada beberapa ketentuan. Diantaranya pelaksanaan hanya boleh di wilayah desa adat dan waktunya maksilmal hingga pukul 22.00 wita. Jika melebih waktu yang ditentukan maka akan ada diskualifikasi. “Karena kalau di tv ada prime time. Kalau di kami menyebut galah mautama untuk menggelar kreatifitas, lewat dari itu geliat seninya sudah menurun,” terang birokrat asal Petang tersebut.
Berdasarkan pengamatan dan teori seni, ia menerangkan, dengan keterbatasan akan muncul kreatifitas. Pihaknya pun telah menyiapkan 20 orang juri dan staf Dinas Kebudayaan. Jadi jika ada satu ogoh-ogoh yang beratraksi lebih dari pukul 22.00 Wita, maka satu desa adat akan didiskualifikasi. “Sesuai dengan tagline kami, Sekaa Teruna Badung Hebat dan Berbudaya, jadi akan hebat kalau bersatu. Anak-anak sudah komit untuk mentaati itu,” jelasnya.
Lebih lanjut Sudarwitha menambahkan, penilaian ogoh-ogoh akan dilakukan diawal Maret 2024. Kemudian untuk komitmen hebat berbudaya saat pawai ogoh-ogoh akan dinilai. Nantinya akan diumumkan hasil lomba pada 14 Maret 2024. “Siapa yang tidak berkomitmen akan ditunda dulu (menjadi juara). Diberikan kesempatan kepada yang menjadi hebat dan berbudaya,” paparnya.W-004










