Lanjut Adi Arnawa, informasi di medsos saat ini malah banyak hoaks yang beredar. Terlebih di momentum hari-hari besar keagamaan menjadi santapan empuk oknum yang tak bertanggung jawab untuk menyebar informasi sesat.
"Hari-hari besar keagamaan dipakai bahan informasi sesat dan bohong. Saya berharap jangan percaya informasi yang tidak jelas menyangkut keagamaan. Percaya sama bupati saja,” ujar Adi Arnawa.
Seperti yang ia alami di awal kepemimpinannya bersama Bagus Alit Sucipta, bantuan hari raya Rp 2 juta per KK di Kabupaten Badung sempat digoreng sana-sini sehingga viral dan menyesatkan.
Padahal pihaknya mengaku berniat tulus membantu krama Badung secara adil. Ia juga secara khusus mengirim tiga orang staf ke Jakarta untuk memastikan payung hukum penyaluran bantuan tersebut agar tidak ada risiko di kemudian hari.
Sementara itu, Panglisir Puri Ageng Mengwi AA Gde Agung mengungkapkan hal senada. Mantan Bupati Badung dan DPD RI ini, sepakat merasa khawatir dengan maraknya penyebaran berbagai informasi tanpa disaring di medsos, terlebih ada penyalahgunaan unsur-unsur dan nilai agama dan keagamaan yang tak terkendali.
"Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengajak para Ida Sulinggih turut mengantisipasi penyalahgunaan nilai Agama dan Keagamaan di medsos yang makin massif tak terkendali," kata AA Gde Agung.
"Kenapa titiang (saya-red) berpesan seperti itu? Karena hari gini tidak ada yang tidak pegang ponsel. Sulinggih sekalipun dipastikan semuanya menggunakan alat komunikasi tersebut," imbuhnya.










