Pendampingan ibu-ibu rumah tangga di Desa Gubug, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, dalam mengolah limbah ternak babi dengan molase.
TABANAN-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sektor peternakan menjadi salah satu andalan warga Desa Gubug, Kecamatan/Kabupaten Tabanan. Sebanyak 80 persen dari 1. 427 KK warganya memelihara ternak, khususnya babi. Namun cara pemeliharannya masih konvensional. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian agar memenuhi standar kesehatan lingkugan.
Faktor inilah yang mendorong Dosen Kesehatan Lingkungan (Kesling) dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk membangun kesadaran menjaga kesehatan lingkungan dalam beternak babi sebagai tambahan pemasukan keluarga.
Berdasarkan pengamatan awal para pengabdi, kandang babi warga terletak dekat dengan rumah atau di belakang rumah. Kemudian kotoran yang dihasilkan ada yang dibuang ke lobang (septic tank), dan ada juga yang dialirkan ke saluran irigasi.
“Permasalahannya limbah tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan bau yang berdampak pada kenyamanan masyarakat. Salah satu untuk pengolahan limbah babi dapat menggunakanan molase,” kata Pengabdi Utama I Ketut Aryana, BE., SST., MSi., di sela pengabdian Sabtu (31/82024).
Dalam pengabdian ini, Aryana turut dibantu pengabdi anggota Ni Ketut Rusminingsih, SKM., M.Si, Anysiah Elly Yulianti, SKM., M.Kes., serta tiga orang mahasiswa. Ia menjelaskan, proses pengolahan limbah menggunakan molase bertujuan mengurangi dan menghilangkan bahan organik dan anorganik, amoniak, dan fosfat dengan bantuan mikroorganisme yang memiliki tahapan-tahapan khusus seperti pengolahan secara aerob, anaerob, dan fakultatif.










