Lebih lanjut Suzana memaparkan bahwa Program Rotary Youth Exchange (RYE) ini sudah ada sejak tahun 1929. Sementara di district 3420 sendiri, sudah berlangsung sejak tahun 2011. Program ini bertujuan untuk perdamaian dunia. Diharapkan, dengan saling bertukarnya pelajar ini, mereka mengetahui budaya dari negara tujuannya yang jauh berbeda dengan budaya negara asalnya.
“Karena ini program pertukaran pelajar, maka mereka tetap bersekolah, namun tujuan bersekolah di sini tidak untuk mendapatkan penilaian secara akademik, lebih terhadap mengenal budaya,” terangnya.
Dalam acara orientasi ini banyak sesi diskusi dan sharing terkait hal-hal yang akan dihadapi oleh para pelajar ini termasuk cara mengantisipasinya. Selain itu, para pelajar ini juga sempat beraktivitas dengan anak sekolah setempat. Mereka bermain games yang mengandalkan kerjasama, yang tentunya membutuhkan komunikasi yang baik, karena mempunyai perbedaan bahasa.
Aktivitas ini diharapkan dapat lebih mempermudah peserta pertukaran pelajar untuk belajar bahasa Indonesia, sekaligus memberi kesempatan adik-adik siswa SD setempat belajar bahasa Jerman, Belanda, Prancis, Jepang dan Inggris. Selain itu, ada juga cultural performance. Pada acara ini, para pelajar mempertunjukkan kesenian yang dikuasai, baik yang merupakan khas dari negaranya ataupun keahlian yang mereka kuasai. (M-001)










