Lewat Penelitian yang “Out of The Box”, Amrita Raih Gelar Doktor Manajemen

Unud 3-cb266ec6

"Jadi ada kabar-kabar tidak jelas yang menyebut uang mereka bisa hilang, bisa kepotong, bisa diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Ini bikin mereka takut," imbuh istri dari Ir. I Nyoman Sumantra, MT., tersebut.

Naluri akademisinya berkecamuk. Apalagi di jenjang doktor atau S3, mahasiswa dituntut menemukan hal-hal baru. Lalu muncullah ide merangkai Tri Kaya Parisudha sebagai landasan sikap lansia menggunakan kembali e-money.

Tri Kaya Parisudha, jelas Amrita, terdiri dari Manacika (pikiran), Wacika (perkataan) dan Kayika (tindakan) menjadi variabel penelitiannya. Tri Kaya Parisudha adalah konsep Hindu sebagai pedoman perilaku yang etis. Selama ini, lanjutnya, sebagian besar penelitian cenderung mengadopsi nilai barat.

Di sela penelitian, Amrita menggelar Focus Group Disscusion (FGD) melibatkan dosen, guru agama, dan tokoh adat untuk menggaungkan kembali bahwa penggunaan e-money aman bagi lansia.

"Dalam FGD itu kita katakan bahwa penggunaan e-money aman dan menguntungkan. Jangan percaya informasi-informasi hoaks. Ini mungkin karena minimnya literasi dari orang terdekat," imbuhnya.

Dari FGD itu, para lansia mendapatkan pencerahan dalam (manacika) atau pikirannya. Kemudian mereka menyebarkan informasi baik ini melalui perkataan (wacika), hingga akhirnya bertindak, tertarik lagi menggunakan e-money (kayika).

Amrita mengungkapkan, para peneliti jarang menggunakan lansia sebagai obyek penelitian. Padahal hal ini cukup menarik. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), lansia usia 55-65 tahun adalah pengguna gadget aktif.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top