Lestarikan Tradisi Penjor, GWK Cultural Park Wadahi Kreativitas UMKM dan Generasi Muda

3
GWK Cultural Park menggelar Penjor Festival 2026. (GWK)

Rossie menambahkan bahwa melalui workshop interaktif, pengunjung tidak hanya melihat keindahan fisik penjor, melainkan diajak menyelami filosofi kebaikan dan rasa syukur yang terpancar dari setiap lengkungan bambu dan janur yang dirangkai.

Tidak hanya menguatkan fondasi budaya, Penjor Festival 2026 turut menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui bazar UMKM lokal. Pengunjung dipanjakan dengan beragam sajian kuliner khas, produk kerajinan tangan, elemen dekorasi rumah, hingga ragam perlengkapan harian untuk menyambut perayaan Galungan. "Ajang perjumpaan antara perajin dan masyarakat ini diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus dorongan pertumbuhan bagi para pelaku usaha kreatif di wilayah Badung dan sekitarnya," imbuh Rossie.

Sektor seni pertunjukan pun turut menyemarakkan panggung festival melalui Kompetisi Tari LPM Desa Ungasan yang mempertemukan talenta-talenta berbakat dari berbagai banjar. Panggung utama juga akan diwarnai oleh aksi panggung komunitas serta lembaga pendidikan musik lokal, seperti Joyful Music Bali, Debeat Music Course, Cressendo, dan Komunitas Seni Dana Swara. “Keterlibatan lintas banjar dan komunitas musik ini membuktikan bahwa seni Bali sangat dinamis dan selalu menemukan ruang kolaborasi yang inklusif,” tutur Rossie.

Sebagai pelengkap pengalaman edukatif, festival ini menyediakan berbagai aktivitas partisipatif yang dapat diikuti langsung oleh para pengunjung secara gratis. Mulai dari belajar membaca dan menulis aksara Bali, menggoreskan karya di atas daun lontar, hingga mempraktikkan teknik membatik. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top