Lebih dari Sekadar Lari, Maybank Marathon 2026 Dorong Pemberdayaan Sosial dan Target Net-Zero

Foto-03.jpg
(kiri-kanan): Maria Trifanny Fransiska Head of Sustainability Maybank Indonesia, Marina R. Tusin Komisaris Independen Maybank Indonesia, Hendar Komisaris Independen Maybank Indonesia, Yogie Harsakusumah Asisten Direktur Bidang PEPK Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, Irwan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, ⁠Kompyang Ambarayusa Kepala Desa Sanding, Anak Agung Gde Mayun Wakil Bupati Gianyar, Ketut Sadia Ketua Pengurus Yayasan Widya Guna, Budhi Dyah Sitawati Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia, Friska Sinuraya Direktur Operasional World Research Institute, Daniel James Rompas Komisaris Independen Maybank Indonesia, Putut Eko Bayuseno Komisaris Independen Maybank Indonesia, Datuk Shahril Azuar Jimin Group Sustainability Officer Maybank Group, berfoto bersama saat Maybank Marathon Sustainability Day di Piduh Charity Cafe, Gianyar, Bali, pada 21 Agustus 2026. (Maybank Indonesia)

Strategi keberlanjutan ini dijalankan secara terstruktur melalui tiga pilar utama: pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi. Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menjelaskan aksi nyata yang mencakup kategori Wheelchair, program Run for Charity, penanaman mangrove, hingga pengelolaan sampah. “Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030,” jelasnya.

Dalam aspek lingkungan, Maybank Indonesia menggandeng World Resources Institute (WRI) Indonesia meluncurkan program Desa Sanding Bebas Emisi. Program pendampingan ini dirancang untuk mewujudkan kawasan rendah emisi berbasis data dan inklusif, yang berpotensi direplikasi ke seluruh desa adat di Bali.

Inisiatif tersebut disambut hangat oleh pemangku kebijakan tingkat desa karena membawa perubahan konkret pada pola hidup warga. Kepala Desa Sanding, Kompyang Ambarayusa mengungkapkan, program pendampingan bersama Maybank Indonesia dan WRI Indonesia memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Sanding. Melalui pemetaan emisi mandiri dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas, warga dilatih untuk menjaga lingkungan desa secara berkelanjutan. “Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa,” tuturnya.

Melengkapi pilar lingkungan, Yayasan Widya Guna memperkuat dimensi sosial melalui pembinaan anak berkebutuhan khusus sejak 2006. Co-Founder Yayasan Widya Guna, Ketut Satya, mengapresiasi kemitraan erat ini. “Dukungan Maybank Marathon dan kepercayaan menjadikan Piduh Charity Café sebagai pusat penyelenggaraan Sustainability Day memberi semangat luar biasa bagi kami dan anak-anak di Yayasan Widya Guna,” ujarnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top