Mengingat baru ada satu ambulance lansia di Bali, maka Parta berjanji akan melobi ke BUMN yang lain. “Agar bisa dibantu. Sekarang kami coba dulu satu (ambulans, red). Bagaimana operasional dan animo kami lihat nanti,” jelasnya. Untuk operasional, menggunakan donasi dari masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh Parta pada 2018,di Bali terdapat sebanyak 13.400 yang terlantar dan diterlantarkan. Terlantar, kata dia, bisa dari sisi tidak memperoleh hak mereka sesuai Perda Lansia. “Misalnya, lansia semestinya dapat cek tensi, asupan gizi, ruang sosialisasi. Namun yang terurus hanya mereka yang di balai Banjar, yang ikut senam. Namun yang tidak ikut lebih banyak lagi. Mereka yang dapat vitamin, dapat pemeriksaan mata hanya bagi yang terorganisir,” ungkapnya.
Dinilai, lebih banyak lansia yang tidak ikut atau tidak terorganisir dengan berbagai kendala. “Yang ditelantarkan misalnya, karena jauh dari keluarga induk. Bahkan ada keluarga induk yang sampai tidak tahu lansia meninggal," tandasnya.sar










