Ia menambahkan, kurikulum pendidikan juga akan dibenahi supaya para lulusan Unhi siap dan mampu memiliki jiwa kewirausahaan. Menurutnya, kurikulum sangat dinamis. Bukan kitab suci. Sehingga harus disusun berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh pasar dan apa yang dibutuhkan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Hermawan Kartajaya sangat menyambut baik tawaran dari Unhi untuk bekerja sama untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya dalam kewirausahaan dan marketing. Namun demikian, ia berpesan agar Unhi harus tetap mempertahankan keunggulan yang dimiliki yakni budaya dan kearifan lokal. “Dalam marketing, tidak boleh bohong. Jadi, pentingnya nilai kejujuran,” pesannya.
Hermawan juga memuji langkah Rektor Unhi yang merancang program vokasi di bidang pertanian. Menurutnya, selain sektor pariwisata sudah seharusnya Bali mempertahankan dan mengembangkan pertanian. Dengan tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan milenial diharapkan sektor pertanian tergarap dengan optimal. “Jiwanya kreativitas itu kunci dari entrepreneur,” tegas pakar pemasaran yang menulis puluhan buku ini. (Gde)










