Kulkul Bulus Dibunyikan, Kebakaran Landa Rumah Warga

BANGLI-fajarbali.com | Warga Banjar Cekeng, Desa Sulahan, Susut, Bangli sempat terkejut setelah tiba-tiba terdengar suara kentongan tanda bahaya atau kulkul bulus, Selasa (26/2/2019).

Usut punya usut, warga membunyikan kulkul bulus untuk meminta tolong karena salah satu rumah warga mengalami kebakaran hebat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 100 juta lebih.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP. Sulhadi membenarkan adanya laporan rumah kebakaran tersebut. Disampaikan, musibah kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 10.00  wita menimpa rumah permanen ukuran 4 x 8 yang terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 ruang dapur milik I Ketut Sugiarta (26), warga setempat.

Sesuai keterangan saksi, I Nengah Salin (46) seorang tukang bangunan, bahwa pada saat dirinya beristirahat ngopi tiba-tiba melihat asap mengepul di sebelah utara tempat dirinya bekerja. Selanjutnya  bersama 4 orang temannya  mengecek sumber asap tersebut.

“Saat saya lihat, api sudah menyala membakar  rumah milik korban,” ungkapnya. Selanjutnya, saksi pun  minta tolong kepada salah satu warga  untuk memukul kentongan guna minta bantuan kepada warga lainnya guna memadamkan api tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan, saksi I Wayan Sukawan. Dirinya kaget saat dipanggil oleh temannya untuk melihat kepulan asap disebelah utara tempat dirinya bekerja. Selanjutnya, dirinya mengaku turut membantu proses memadamkan api bersama warga sekitar dengan menggunakan alat seadanya.

“Setelah kulkul bulus dibunyikan, banyak warga berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya agar tidak menjalar ke bangunan yang lainya. Berkat pertolongan warga, api sudah bisa dipadamkan satu jam kemudian sekitar jam 11.00 wita,” ungkap AKP. Sulhadi.

Meski demikian, karena besarnya kobaran api sehingga dengan cepat melalap seisi rumah korban. Dari hasil pendataan sementara, barang-barang korban yang terbakar meliputi Kulkas, TV merk Polytron, Tipe merk Polytron, Kompor gas, Tempat tidur/Kasur, Almari, Perhiasan Emas berupa 2 kalung, 2 cincin dan anting-anting, Uang tunai kurang lebih 10 juta serta alat-alat dapur lainnya. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun total kerugian material yang diderita korban diperkirakan mencapai Rp 100 Jutaan,” ungkapnya.

Sementara untuk penyebab kebakaran tersebut, diperkirakan akibat konsleting listrik. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, diduga kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek,” pungkas AKP. Sulhadi. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Terkait Penolakan Cawapres Sandiaga Uno, Bendesa Adat Dipanggil Bawaslu

Sel Feb 26 , 2019
TABANAN-fajarbali.com | Terkait penolakan kedatangan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno ke subak Ganggangan yang ada di wilayah Banjar Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel,  pada hari Kamis (21/2/2019) lalu, berbuntut pajang.
BPD BALI