Ketika sesi games berakhir, akan dilanjutkan dengan pembawaan materi kedua oleh Martina Tiodara Sitohang, SKH atau biasa dipanggil Kak Martina yang akan melakukan sharing kepada peserta terkait pengobatan tradisional pada kasus dermatologi di hewan kesayangan. Kak Martinya menyampaikan bahwa topik yang dibawakan sangat sesuai dengan bidangnya karena kebetulan skripsi yang ia angkat saat menempuh Pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan adalah perihal pengobatan dermatologi di hewan kesayangan menggunakan bahan bahan herbal. Notulensi dari penyampaian Kak Martina adalah sebagai berikut:
“Ada beberapa penyebab gangguan kulit, bisa karena fungal, parasit, bakteri,virus, alergi, gangguan imun dan metabolit seeta defisiensi nutrisi. Skripsi yang ditempuh dulu memiliki kesamaan dengan topik yang dibawakan yaitu berjudul penggunaan madu trigona pada anjing Penderita dermatitis kompleks. Pengobatan herbal di indonesia dirasa lebih berkembang karena persebaran flora yg beragam dengan fungsi dan keguanaan yg beragam pula Seperti marigold, lidah buaya, dan lain sebagainya. Dan hasil penelitian menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Namun tetap memberikan reaksi kesembuhan”.
Pada sesi diskusi, sama seperti pembicara pertama yaitu drh. Sisya peserta Kembali aktif dalam bertanya. Menariknya, pada sesi diskusi kali ini drh. Sisya dan drh, yudhi ikut dalam menyampaikan informasi mengenai obat tradisional dalam dermatologi vet. Keadaan saling bertukar informasi membuat suasana kuliah umum semakin seru dan bermanfaat bagi yang sudah mengikutinya karena dapat menambah wawasan dan banyak pengalaman dari berbagai sudut pandang.










