DENPASAR-fajarbali.com | Kosabangsa adalah salah satu program kolaburasi pengabdian yang diprakarsai oleh Kemdiktisaintek sejak tahun 2023. Program ini melibatkan beberapa perguruan tinggi yang siap berkolaburasi dalam membangun masyarakat desa.
Tagline Kampus Berdampak yang diusung oleh Kemdiktisaintek memberi warna baru terhadap program-program yang langsung menjadikan masyarakat sebagai penerima dampaknya.
Dalam program ini Universitas Triatma Mulya (Untrim) Badung didampingi oleh Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, menggarap salah satu desa di Kabupaten Jembrana yakni Desa Warnasari.
Desa ini tergolong desa dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan mengelola perkebunan kakao / coklat. Hasil produksi kakao Jembrana, tergolong kakao dengan kualitaas tinggi dan telah menembus pasar eksport.
Tokoh Desa Warna Sari, Rama Wilasa menjabarkan, pada 2024 terjadi wabah demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di desa ini. Seluruh tim mencoba menelusuri faktor penyebab berkembangnya nyamuk Aides Aigepty secara massif di sini.
Setelah diobservasi di lapangan, ternyata penyebabnya adalah nyamuk-nyamuk yang bersarang pada kubangan air di setiap kulit kakao yang dibuang dikawasan kebun masyarakat.
Selain wabah DBD, masih menurut Rama, serangan hama tupai pada perkebunan masyarakat juga belum tersolusi. Para petani perlu diberikan beberapa inovasi terkait pengelolaan sampah kulit kakao, pemupukan kakao, dan meningkatkan penetrasi pasar kakao ke pasar eksport.
Berdasarkan latar belakang ini tim dosen Untrim berkolaburasi dengan tim dosen Unmas memberi Solusi terhadap berbagai permasalahan di desa Warna Sari, Melaya, Jembrana tersebut.










