Korban Banjir Bandang, Suci Ditemukan Terkubur Lumpur

evakuasi-kedua
Evakuasi terhadap jenazah korban banjir bandang yang ditemukan di lahan warga masyarakat Dusun Ambengan, Desa Banjar

BULELENG-fajarbali.com | Tiga warga yang dinyatakan hilang saat terjadi banjir bandang di Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar akhirnya Komang Suci (44) ditemukan telah menjadi mayat di tengah perkebunan warga yang ada di Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar atau kurang lebih satu kilometer dari rumah korban.

Dimana korban yang merupakan warga dikabarkan hilang lantaran terseret arus banjir bandang bersama dengan kedua anaknya yakni Putu Wani (17) dan Kadek Wahyu (12) yang keduanya hingga kini belum diketahui secara jelas.

Korban Suci ditemukan dalam kondisi tertanam lumpur dan materi kayu yang ada  dibawah pohon sawo dikebun milik warga. Kepala Koordinator Pos Basarnas Kabupaten Buleleng Kadek Donny Indrawan menyebutkan kalau satu orang korban dari tiga orang yang merupakan satu keluarga telah ditemukan.

“Dari pencarian terhadap korban yang hilang kami telah menemukan satu orang Perempuan dewasa. Korban ditemukan terkubur dari lumpur dan material pohon dibawah pohon sawo di kebun warga. Dimana dugaan sementara korban yang ditemukan merupakan Suci yang hanyt beserta kedua anaknya,”katanya.

Total warga yang dikabarkan terseret arus banjir sebanyak empat dimana dua sudah ditemukan dan dua orang anak kini masih dilakukan pencarian dengan melakukan penelusuran aliran Sungai hingga melakukan penyisiran dilaut.

“Dari empat warga yang dikabarkan hilang, dua sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kini dua orang yang merupakan seorang anak-anak belum diketahui. Kini kami masih berusaha bersama tim melakukan pencarian terhadap kedua warga yang dikabarkan hilang,”lanjutnya.

Lebih jauh pihaknya mengakui dalam melakukan pencarian akan dilakukan selama tujuh hari atau lebih hal itu tergantung situasi yang terjadi di lapangan Lokasi pencarian.

BACA JUGA:  Suradnyana Minta Inovasi Pelayanan Publik di Buleleng Terus Dikembangkan

“Kalau pencarian yang dilakukan paling lama tujuh hari namun hal itu tergantung dari situasi yang terjadi di lapangan. Semoga yang bersangkutan segera  ditemukan,”tambahnya.

Bahkan dirinya menyebutkan pelaksanaan pencarian di hari ketiga akan dilakukan dengan jalan melakukan penyisiran Sungai hingga melakukan pencarian ditepi laut. Bahkan dalam pencarian itu juga dilakukan menggunakan alat berat.

“Dalam pencarian besok, Minggu (8/3/2026) akan dimulai dari pukul 07.00 wita dengan melakukan pencarian menyisir aliran Sungai, laut dan bahkan akan melakukan pencarian hingga menggunakan alat berat,”tambahnya lagi. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top