Oleh karena itu, pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada prinsip konservasi lingkungan dan pelestarian budaya harus terus didorong.
Dengan manajemen yang terarah, devisa yang dihasilkan pariwisata dapat menjadi alat untuk mempercepat pembangunan, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bali tetap menjadi kontributor penting bagi perekonomian nasional sekaligus model pengelolaan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Kucuran dana dari pemerintah pusat yang lebih besar dibandingkan kontribusi Bali ke APBN mencerminkan dukungan kuat terhadap keberlanjutan pembangunan di daerah ini.
Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya berkontribusi bagi perekonomian nasional tetapi juga menjadi teladan dalam pengelolaan pariwisata yang berorientasi pada keseimbangan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.
Dengan demikian, Bali dapat terus menjadi ikon kebanggaan Indonesia di panggung global. (***)
Penulis: Prof. Dr. IB Raka Suardana, SE.,MM.
Dekan Fak. Ekonomi & Bisnis (FEB) Undikinas Denpasar










