Mengusung tema WCD “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045: Kehamilan Terencana, Keluarga Sejahtera”, Menteri mengatakan bahwa fondasi kemajuan bangsa memang terletak pada kualitas keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
“Dengan perencanaan kehamilan secara matang, kita dapat memastikan pertumbuhan anak yang optimal, menekan angka stunting, serta membangun sumber daya manusia unggul yang akan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” jelas Menteri.
Menurut Menteri Wihaji, investasi pada program keluarga berencana terbukti sangat efektif. Setiap pengeluaran (setara 1 dolar) yang diinvestasikan dalam KB memberikan manfaat sosial-ekonomi hingga 120 kali lipat . Melalui kontrasepsi dapat dicegah jutaan kehamilan yang tidak diinginkan, menurunkan angka aborsi tidak aman, dan mengurangi kematian ibu hingga 44%.
“Dengan demikian, kontrasepsi bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga isu pembangunan bangsa. Keluarga berencana mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, kesetaraan gender, hingga pembangunan ekonomi,” urai Wihaji.
Menteri juga menyinggung program Quick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan AI SuperApps tentang Keluarga.
Diharapkan program-program itu dapat memperkuat komitmen serta dukungan seluruh stakeholder dan mitra kerja dalam mempercepat tercapainya keluarga berkualitas dan kehamilan terencana.










