Selain kekurangan dokter spesialis, kebutuhan tenaga kesehatan lainnya seperti ners, analis radiologi, analis laboratorium, hingga petugas rekam medis juga masih cukup besar. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah, mengingat RSUD Buleleng tengah disiapkan untuk berkembang menjadi rumah sakit rujukan regional. Untuk memperkuat kompetensi SDM, Pemkab Buleleng melakukan penjajakan kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah dalam bentuk pendampingan layanan serta transfer pengetahuan.”RSUP Prof Ngoerah atau Sanglah akan menjadi salah satu pensupervisi RSUD Kabupaten Buleleng. Jadi dalam kasus-kasus tertentu, para ahli disana yang akan datang kesini. Tidak lagi pasien Buleleng yang dibawa ke sana” ujarnya.
Di samping peningkatan SDM, langkah perbaikan layanan kesehatan juga difokuskan pada peningkatan fasilitas. Selain akan merevitalisasi gedung poliklinik dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Buleleng, akan dilakukan pula penambahan enam kamar operasi baru berteknologi modular berstandar nasional.”Kita juga nantinya membangun beberapa Gedung yang bertaraf Nasional. Kita akan bangun bertingkat karena lahan yang dimiliki RSUD sudah habis makanya kita mencari naik,”tutupnya. @gus










