"Saya menyadari bahwa kusta bukan sekadar persoalan angka kasus. Kusta adalah penyakit yang membawa stigma dan diskriminasi. Karena itu, kita perlu langkah luar biasa agar Indonesia segera mencapai 0 kusta, 0 disabilitas, dan 0 stigma," ujar Budi Gunadi Sadikin.
Dalam kesempatan ini, Yohei Sasakawa memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Indonesia atas kepemimpinan yang kuat dalam upaya eliminasi kusta.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Menkes Budi atas komitmen yang luar biasa. Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang kompleks. Namun saya percaya, dengan kerja sama semua pihak, mimpi menuju Indonesia bebas kusta bukanlah sesuatu yang mustahil. Saya sudah berusia 86 tahun, tetapi saya berharap dapat menyaksikan hari ketika Indonesia berhasil menghapus kusta sepenuhnya," ungkap Sasakawa.
Pada pertemuan ini, Kementerian Kesehatan menyampaikan lima langkah strategis percepatan eliminasi kusta, yaitu: (1) Perluasan wilayah akselerasi target eliminasi kusta dari 42 menjadi 111 kabupaten/kota pada 2030; (2) Pelaksanaan skrining masif yang dimulai Juli 2025 di lima kabupaten prioritas: Tangerang, Kab. Bekasi, Kab. Brebes, Kota Jayapura, dan Kab Sampang; (3) Penerapan skrining bagi populasi dengan risiko tinggi sindrom hipersensitivitas Dapsone, khususnya di Papua, Maluku, dan Sulawesi; (4) Penguatan ketersediaan pengobatan MDT; (5) Partisipasi aktif dalam riset dan uji klinis vaksin kusta internasional.
Yohei Sasakawa juga mendorong semua pemangku kepentingan, yakni pemerintah, organisasi internasional, akademisi, pemimpin agama, hingga komunitas untuk bersatu menghadapi tantangan kusta dan diskriminasi yang ditimbulkannya.










