Komisi IX DPR RI Apresiasi Bali Dalam Keberhasilan Menekan Stunting

   Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya mengungkapkan, dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, prevalensi stunting di Provinsi Bali sebesar 21,7 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 10,9 persen dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013 sebesar 32,6 persen. Sedangkan prevalensi gizi kurang pada periode yang sama menunjukkan penurunan sebesar 0,1 persen. Prevalensi tahun 2013 sebesar 13,2 persen dan tahun 2018 sebesar 13,1 persen. Sementara prevalensi balita kurus pada periode yang sama menunjukkan penurunan sebesar 2,5 perse . Tahun 2013, prevalensi kurus sebesar 8,8 persen, sedang prevalensi kurus tahun 2018 sebesar 6,3 persen.

   "Sesuai hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2019, dinyatakan bahwa Provinsi Bali memiliki prevalensi stunting balita terendah secara nasional yaitu sebesar 19,1 persen. Hal ini cukup menarik mengingat 2 kabupaten di Provinsi Bali yaitu Kabupaten Buleleng dan Gianyar termasuk ke dalam daftar 160 kabupaten/kota yang mendapat prioritas penanganan stunting tahun 2018-2021," ungkapnya.

   Laporan Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa 2 kondisi gizi masyarakat Indonesia yang didominasi oleh penyakit anemia ibu hamil yang mendekati 50 persen dan kondisi stunting lebih dari 30 persen. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama. Oleh sebab itu, diperlukan asupan nutrisi seimbang seperti protein. Protein rendah apabila Angka Kecukupan Gizi (AKG) kurang dari 100 persen dan protein cukup apabila AKG lebih dari atau sama dengan 100 persen.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top