Koleksi Lontar Grya Kelod Cebaang, Serongga Didigitalisasi

GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Tulisan dalam lontar kini sudah bisa didigitalisasi dan disimpan dalam komputer. Hal ini dilakukan Panglingsir Griya Kelod Cebaang, Desa Serongga, Gianyar. Proses digitalisasi dilakukan untuk menyelamatkan arsip-arsip lontar yang sudah tersimpan sejak ratusan tahun silam. Terlebih saat ini, lontar yang diwariskan turun temurun mulai mengalami kerusakan karena faktor usia lontar dan serangga. 

Panglingsir Grua Cebaang, IB Putu Manuaba Manuaba, Senin (24/1/2022) menjelaskan keberadaan lontar di kediamannya diperkirakan sudah ada sekitar 7 turunan. "Kami perkirakan sudah ada sejak 7 turunan," jelas IB Manuaba. Uniknya bahkan tiap generasi menambah koleksi lontar sehingga saat ini sudah ada 210 cakep lontar. Lontar koleksinya sebagian ada yang sudah mulai lapuk dimakan usia dan mulai dimakan ngengat. 

 

Adanya alih aksara ke digitalisasi, panglingsir Grya Cebaang akhirnya mendigitalisasi lontar, guna menyelamatkan isi dari lontar. Seluruh lontar pustaka suci dikeluarkan dari tempat penyimpanan dan sebelum dilakukan digitalisasi, ratusan lontar direstorasi terlebih dahulu. Proses restorasi ini dilakukan untuk memperjelas kembali tulisan aksara yang terdapat dalam lontar agar dapat dibaca kembali. Digitalisasi Lontar sebagai salah satu upaya generasi penerus untuk menyelamatkan lontar yang saat ini sudah mulai lapuk dimakan usia. 

 

Dijelaskan, restorasi dilakukan menggunakan minyak kemiri yang sudah dibakar, kemudian diusapkan di atas lontar hingga tulisan di dalam lontar jelas kembali. Tulisan aksara yang sudah jelas inilah kemudian di foto untuk pendigitalisasian. "Ratusan lontar ini dilakukan digitalisasi untuk penyelamatan arsip," jelas Ida Bagus Putu Manuaba. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top