SEMARAPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Ribuan siswa SD dan SMP di Kabupaten Klungkung menyemarakkan pencanangan Bulan Bahasa Bali 2019.
Kegiatan yang dipusatkan di tiga lokasi, yakni depan Monumen Puputan Klungkung, Wantilan Pura Ped, dan Catus Pata Desa Lembongan ini diisi berbagai kegiatan bernuansa bahasa dan aksara Bali. Mulai nyurat aksara Bali hingga menyanyi sekar rare.
Pencanangan Bulan Bahasa Bali tahun 2019 ini mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta penyelenggaraan bulan Bahasa Bali. Berbagai kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan ribuan siswa SD dan SMP di empat Kecamatan di Kabupaten Klungkung.
Tercatat sebanyak 4.149 siswa SD dan SMP mengikuti festival menyalin huruf latin ke Aksara Bali dan ngerupak Aksara Bali. Selain festival nyurat Aksara Bali, juga digelar lomba menyanyi sekar rare untuk siswa Taman Kanak-kanak. Kegiatan ini dibuka Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di depan Monumen Puputan Klungkung, Sabtu (9/2/2019).
Menurut Bupati Suwirta, para peserta terlihat sudah menguasai, tetapi dari segi bentuk dan kecakapan berbeda-beda. Selain peserta dari siswa Hindu, nampak juga siswa dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Klungkung. “Ini mencerminkan persatuan dan kebhinnekaan di Kabupaten Klungkung sangat kuat,” ujar Bupati Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra.
Bupati berharap implementasi dari kegiatan ini tidak saat pencanangan saja, tetapi dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana berbahasa dan berbusana Bali pada tempatnya. Selain itu, dengan aksara, sastra dan busana Bali bisa merubah prilaku ke arah yang lebih baik. Sehingga Bali tetap ajeg, sejalan dengan slogan atau spirit Kabupaten Klungkung ‘Gema Santi’ atau gerakan masyarakat santun dan inovatif. “Dengan kegiatan ini bagaimana kita melestarikan adat dan budaya Bali,” harapnya.










