DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Warmadewa (Unwar) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Upacara Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PMM) Reguler Periode I Tahun 2026, yang digelar pada Rabu (14/1) di Ruang Sidang Sri Kesari, Warmadewa Mandapa.
Upacara pelepasan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP didampingi Sekretaris Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Ir. I Ketut Sugihantara, MSA. Prosesi simbolis berupa pengalungan name tag dan pemasangan topi KKN kepada perwakilan mahasiswa menandai kesiapan peserta untuk terjun langsung ke tengah masyarakat.
Pada periode ini, Universitas Warmadewa menerjunkan 124 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di 5 desa yang tersebar di beberapa kabupaten di Bali, yakni Desa Angantaka dan Blahkiuh (Kabupaten Badung), Desa Banjarangkan (Kabupaten Klungkung), Desa Kerambitan (Kabupaten Tabanan), serta Desa Singapadu Tengah (Kabupaten Gianyar).
Para peserta KKN telah memenuhi persyaratan akademik dengan menyelesaikan minimal 90 Satuan Kredit Semester (SKS). Mahasiswa berasal dari berbagai disiplin ilmu, baik dari rumpun sosial humaniora seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Fakultas Sastra, maupun dari rumpun lainnya seperti Fakultas Teknik dan Pertanian. Keberagaman latar belakang keilmuan ini diharapkan mampu memperkaya pendekatan pemecahan masalah di desa.
Kegiatan KKN PMM Reguler Periode I Tahun 2026 ini merupakan penerjunan KKN ketiga yang dilaksanakan Universitas Warmadewa pada tahun ini. Sebelumnya, Unwar telah mengirimkan 11 mahasiswa dalam program KKN Nasional Kolaborasi Unwar–UGM di Desa Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta, serta 80 mahasiswa dalam program KKN Relawan Pajak yang dilepas pada Senin (12/1/2026).
Dengan demikian, total mahasiswa KKN yang diterjunkan Unwar diawal tahun 2026 mencapai 215 mahasiswa. Ke depan, Unwar juga merencanakan pembukaan rekrutmen KKN keempat yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dengan fokus pada percepatan penanganan sampah door to door di wilayah Denpasar.
Ketua Panitia KKN, dr. Desak Putu Oki Lestari, M.Biomed., Sp.PA, menjelaskan bahwa tema KKN PMM kali ini adalah “Smart Village Bali: Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah, Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan untuk Mendukung SDGs”.
Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap berbagai permasalahan nyata di masyarakat desa, seperti persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal, potensi UMKM yang masih dikelola secara konvensional, serta perlunya penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar mahasiswa Unwar dapat menjadi katalisator perubahan di desa-desa lokasi KKN. “Mahasiswa kami tidak hanya datang membawa ide, tetapi juga solusi, energi muda, serta pengetahuan yang dapat langsung diaplikasikan untuk menjawab persoalan desa,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun interaksi dan sinergi yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Pelaksanaan KKN PMM Reguler Periode I Tahun 2026 ini akan berlangsung selama satu setengah bulan dengan upacara penarikan mahasiswa dijadwalkan secara serentak pada 24 Februari 2026. Sebelum diterjunkan, mahasiswa telah mendapatkan pembekalan terkait tata kelola pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas banjar, serta penanganan sampah berbasis zero waste, termasuk praktik komposting sampah organik rumah tangga. Mahasiswa juga dibekali tabung komposter dan bahan molase produksi Fakultas Pertanian Unwar.
Sekretaris Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Ir. I Ketut Sugihantara, MSA menegaskan bahwa pembekalan tersebut menjadi fondasi penting bagi mahasiswa untuk menggali potensi dan kearifan lokal masyarakat. Ia berharap, bersama dosen pembimbing lapangan, mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki guna membantu masyarakat desa dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.










