KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar, Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga Sempidi

IMG-20260211-WA0000
Berbagai program kerja kelompok KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar di mengabdi di Kelurahan Sempidi, Mengwi, Badung.

MANGUPURA-fajarbali.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar bersinergi bersama masyarakat di Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, selama tiga minggu mulai dari 19 Januari hingga 7 Februari 2026 dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

KKN melibatkan 30 mahasiswa dari enam jurusan, yakni Keperawatan, Kesehatan Gigi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebidanan, serta Teknologi Laboratorium Medis, yang bekerja secara kolaboratif dalam pendekatan interprofesional bersama warga untuk menjawab permasalahan kesehatan yang ada.

Pada tahap awal pelaksanaan KKN, mahasiswa melakukan survei kesehatan masyarakat secara "door to door". Setiap mahasiswa bertugas mengkaji delapan kepala keluarga guna memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa hipertensi menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi, dengan 108 warga mulai dari kelompok usia dewasa hingga lanjut usia menderita hipertensi.

Selain itu, terdapat juga masalah kesehatan lainnya seperti diabetes melitus dan permasalahan dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Koordinator Mahasiswa KKN-IPE Kelurahan Sempidi, Anak Agung Istri Diah Pradnya Paramita, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bertujuan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sempidi melalui berbagai upaya promotif dan preventif yang disesuaikan dengan permasalahan kesehatan yang ditemukan di lapangan.

“Program-program yang akan kami jalankan disusun berdasarkan hasil survei kesehatan masyarakat, sehingga intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran. Fokus kegiatan kami meliputi pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat” kata Gung Istri.

Pada minggu kedua, pelaksanaan program kerja dimulai dengan pemberian edukasi kesehatan gigi dan penerapan PHBS kepada siswa SD Negeri 2 Sempidi. Edukasi ini meliputi cara menyikat gigi yang benar, praktik mencuci tangan menggunakan sabun, serta etika batuk, dengan tujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

BACA JUGA:  Bupati Mahayastra Pantau Vaksinasi HPV untuk Siswi SMP, Hindari Kanker Servik, Payudara Sejak Dini

Mahasiswa juga berperan aktif dalam program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan menjadi fasilitator bagi pihak kelurahan dalam penginputan dokumen dan pengisian kuesioner melalui sistem berbasis web milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kelurahan Sempidi termasuk dalam kategori tangguh madya dengan indeks ketangguhan bencana sebesar 82,5.

Selain itu, mahasiswa melaksanakan program kunjungan rumah sebagai upaya peningkatan kesehatan ibu hamil, ibu nifas, dan balita. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian edukasi mengenai gizi seimbang untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang balita.

Dalam upaya mendukung pemanfaatan pangan lokal, mahasiswa mengadakan demonstrasi pengolahan pangan sehat kepada kader posyandu. Olahan pangan yang diperkenalkan berupa camilan berbahan dasar lokal seperti bakpia talas yang diberi nama “TALAPIA” dan klepon daun kelor, yang diharapkan dapat menjadi alternatif pangan sehat bernilai gizi yang dapat mendukung pola makan seimbang dan pencegahan penyakit tidak menular bagi masyarakat.

Di bidang kesehatan mental, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa SD Negeri 3 Sempidi mengenai kesehatan mental, pengelolaan emosi, serta pencegahan dan penanganan bullying.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya kesehatan mental dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan mental kedepannya.

Sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular, mahasiswa melaksanakan program peduli lansia berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia di Banjar Tengah Sempidi dan kunjungan rumah.

Tak kalah penting, mahasiswa mengedukasi kesehatan gigi dan mulut. Bidang lingkungan, membangun sejumlah biopori di berbagai titik strategis.

Lurah Sempidi, I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, mengapresiasi program kerja yang sudah dilakukan mahasiswa KKN-IPE di Kelurahan Sempidi. Menurut lurah, program-program yang dijalankan sangat membantu masyarakat dan kelurahan, mulai dari survei kesehatan, edukasi di sekolah dasar, pelayanan kesehatan bagi lansia, DESTANA, demonstrasi gizi, hingga pemasangan biopori.

BACA JUGA:  Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil Untuk Cegah Morbiditas dan Mortalitas

"Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara langsung, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan program KKN-IPE di Kelurahan Sempidi ini, diharapkan terjalin sinergi antara mahasiswa, kelurahan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan secara menyeluruh, sehingga peningkatan terjadi secara optimal dan berkelanjutan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top