KKN IPE Poltekkes Denpasar Dorong Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Desa Kekeran

IMG-20260208-WA0002
Kelompok mahasiswa KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar 2026 yang bertugas di Desa Kekeran, Mengwi, Badung.

MANGUPURA-fajarbali.com |Mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Denpasar melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN-IPE) di Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada 19 Januari hingga 8 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan serta pemberdayaan masyarakat desa.

Perbekel Desa Kekeran, I Nyoman Suarda menyambut baik pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN-IPE) Poltekkes Denpasar di wilayahnya. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan dan kepedulian lingkungan masyarakat desa.

Sebanyak 30 mahasiswa dari Jurusan keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, gizi, teknologi laboratorium medis, dan keperawatan gigi terlibat dalam kegiatan ini. Mahasiswa bekerja sama dengan masyarakat Desa Kekeran untuk menggali permasalahan di bidang kesehatan dan lingkungan, sekaligus merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil skrining kesehatan yang sudah dilakukan selama tiga hari, 20–22 Januari 2026, ditemukan sejumlah warga yang menderita hipertensi dan diabetes melitus.

Sebagai upaya preventif, mahasiswa KKN-IPE Poltekkes Denpasar melaksanakan skrining tekanan darah dan glukosa darah, serta memberikan edukasi mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Penyakit Menular (PM), khususnya kepada kalangan remaja yang saat itu diikuti oleh Seka Truna Truni Desa Kekeran.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit.

Program pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui pemanfaatan potensi lokal di bidang peternakan dan pertanian.

Mahasiswa dari jurusan gizi memperkenalkan inovasi pangan berbasis bahan lokal berupa ikan lele sebagai sumber protein hewani dan nasi sebagai sumber karbohidrat utama.

Bahan-bahan tersebut dikreasikan dengan konsep pangan modern berbentuk onigiri yang diberi nama “CAFONI”. Melalui demonstrasi pembuatan CAFONI, kader balita dan ibu rumah tangga didorong untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan sehat dan bernilai gizi.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kualitas SDM Sejak Dini Melalui Kelas Orangtua Hebat 

Kegiatan KKN-IPE tidak hanya menyasar masyarakat dewasa, tetapi juga remaja, anak sekolah, dan balita.

Kegiatan berupa edukasi kesehatan antara lain penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan lingkungan, gizi seimbang, dan kesehatan mental menyasar anak sekolah dasar dan sekolah menengah tingkat pertama. Kegiatan edukasi dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 26 dan 27 Januari 2026.

Setiap kegiatan diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test. Kegiatan pada hari pertama berupa edukasi kesehatan mental, yang dilaksanakan di SMPN 6 Mengwi dan hari ke dua, edukasi kesehatan gigi dan mulut, kesehatan lingkungan, serta gizi seimbang yang dilaksanaka di SDN 2 Kekeran.

Dilaksanakan juga edukasi dismenore di SMPN 6 Mengwi. Kegiatan berhasil menarik minat sasaran yang ditunjukkan dalam antusias siswa dalam mendengarkan edukasi yang berikan dan aktif dalam melakukan kegiatan tanya jawab.

Mengenai geografis, Desa Kekeran berada di wilayah dataran rendah yang dilalui aliran sungai serta memiliki curah hujan relatif tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan desa ini memiliki risiko bencana banjir, terutama saat musim hujan.

Untuk menyokong hal ini salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya mitigasi banjir dan pengelolaan lingkungan. Program kerja ini bekerja sama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dalam penentuan titik pemasangan.

Pembuatan biopori dilakukan di tiga titik strategis, yakni di Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem, yang merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat tinggi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi genangan air, serta mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan desa.

Melalui sinergi program kesehatan, pemberdayaan pangan, dan mitigasi lingkungan, KKN-IPE Poltekkes Denpasar bersama dengan dosen pembimbing diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kekeran terhadap pentingnya kesehatan dan lingkungan, serta mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan tangguh terhadap risiko bencana.

BACA JUGA:  Bebaskan Makanan dari Bahan Berbahaya, BBPOM Bentuk Pasar Aman

Hal ini linear dengan yang diharapkan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Sri Rahayu saat pembukaan kegiatan KKN-IPE, 20 Januari 2026, beliau mengharapkan kegiatan KKN-IPE ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Desa Kekeran khususnya pada bidang kesehatan dan lingkungan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top