KKN di Kayu Kapas, Kintamani, Ini yang Dilakukan Kelompok 23

UNHI 1-3eede14d

Ketua Lapangan Kelompok 23 Gede Anggria, menambahkan, kehidupan di Bali selalu berkaitan dengan upacara keagamaan. Dalam satu bulan saja ada puluhan hari raya keagamaan termasuk manusa yadnya bagi umat Hindu. Sehingga momentum ini dapat dijadikan proses kegiatan perputaran ekonomi.

Anggria mengakui, belum semua pelaku UMKM di Kayu Kapas memanfaatkan teknologi. "Kami lihat kebanyakan masih secara tradisional sehingga kami berharap kehadiran kami mampu merubah pola pemasaran mereka yang berujung pada peningkatan kesejahteraan," kata dia.

Narasumber, Ida Bagus Dwi Prayoga mengatakan, upacara yadnya, tidak bisa dilepas dengan sarana dan prasarana yang digunakan. Biasanya, jika sedang dalam masa persiapan pasar-pasar tradisional terlihat ramai pembeli. Jika semua memanfaatkan produk lokal, maka akan menguntungkan petani.

Narasumber berikut, Ida Bagus Gede Prastawe membahas penyadaran dampak positif-negatif teknologi bagi masyarakat dari sisi filsafat. Ia mengingatkan, meski banyak membantu kehidupan sehari-hari, teknologi juga punya dampak negatif yang wajib dihindari.

"Dewasa ini, kita memang terjebak pada dua situasi yang tidak dapat dihindarkan dan seringkali masyarakat terjebak pada bungkusnya dan menghindari isinya. Dan ironinya kita pada akhirnya terjebak pada dunia yg palsu, akibat dari menghindar dari makna esensial," pungkasnya. 

Ketua STT Kayu Kapas Sang Gede Wira Putra mengatakan berkat adanya sosialisasi ini, pihaknya selaku generasi muda menyadari begitu bermanfaatnya teknologi di zaman sekarang yang mampu memperkenalkan produk hingga kebelahan dunia. Kegiatan ditutup dengan pemberian jamu tradisional dari Fakultas Ayurveda Unhi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top