Kisah Rika, Alumni FHIS Undiksha. Gagal Jadi Dokter, Pilih Advokat

Rika 1-fb48d179

"Faktor eksternalnya, kurangnya fasilitas dan sosialisasi. Sedangkan internalnya, dari pihak korban sendiri enggan melapor karena stigma menjadi korban kekerasan seksual itu negatif. Dianggap aib. Haram untuk diungkap," beber perempuan kelahiran Singaraja, 17 Januari 2000 itu.

Saat ini, setelah menggenggam gelar sarjana hukum, Rika mempersiapkan diri mengikuti tes calon advokat serta mengintip informasi pembukaan seleksi calon pegawai negeri sipil, khususnya di Kejaksaan, Kehakiman serta instansi lain yang berhubungan dengan ilmu hukum.

Rika juga tidak menutup diri terhadap peluang menjadi tenaga pendidik bidang hukum. "Saat ini saya menimba ilmu sebagai asisten dosen di almamater saya. Menjadi pendidik (dosen) juga menarik bagi saya," kata peraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,75 tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Program Studi Ilmu Hukum FHIS Undiksha Ni Putu Rai Yuliartini, S.H., M.H., menjelaskan, penelitian skripsi mengenai kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan Rika merupakan penelitian payung yang dilaksanakan bersama dosen.

"Penelitian tersebut dilakukan bersama Rika karena dia punya kemampuan akademik yang baik serta orangnya komunikatif," ungkap Rai Yuliartini yang sekaligus dosen pembimbing Rika.

Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M, menambahkan, sudah banyak alumninya yang berprofesi sebagai advokat seperti cita-cita Rika.

"Saya berharap agar para alumni ilmu hukum undiksha bisa memberikan kontribusi dalam dunia hukum," kata Dewa Mangku berharap. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top