*Data sampai dengan akhir Maret 2025, secara global dan nasional kasus DBD terus mengalami peningkatan. Bali sebagai daerah destinasi wisata, tidak terlepas dari masalah penyakit DBD.
TABANAN-fajarbali.com | Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DBD masih menjadi momok masalah kesehatan level global hingga lokal, di Bali
Data sampai dengan akhir Maret 2025, secara global dan nasional kasus DBD terus mengalami peningkatan. Bali sebagai daerah destinasi wisata, tidak terlepas dari masalah penyakit DBD.
Dari 9 daerah kabupaten kota, semuanya merupakan daerah endemis DBD. Data kasus dan angka kesakitan DBD di Provinsi Bali berfluktuasi dan selalu berada pada peringkat ke tiga besar dari 34 provinsi di Indonesia.
Berdasarkan tersebut, Tim Pengabdi dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, memperkuat peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Desa/Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas). Pengabmas dirancang berdasarkan perkembangan IPTEK kekinian di bidang kesehatan.
Tim diketuai Dr. Drs. I Wayan Sudiadnyana, SKM., MPH., bersama dua anggota Anysiah Elly Yulianti, SKM., M.Kes., dan Ni Ketut Rusminingsih, SKM., M.Si. Sudiadnyana mengungkapkan, selama tahun 2024 tercatat jumlah kasus DBD sebanyak 335 kasus, berdasarkan laporan UPTD Puskesmas Kediri I yang mewilayahi 5 desa di Kecamatan Kediri.










