Kembangkan Sayap Partai, PDIP Buleleng Kuatkan Struktur Ranting

musyawarah
Ketua DPC PDI P Gede Supriatna memberikan salam kepada semua kader dan simpatisan partai pada pelaksanaan Musyawaran Ranting

BULELENG-fajarbali.com | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Buleleng kini terus mengembangkan sayap partai hingga ke tingkat paling bawah. Hal itu terlihat partai yang berlambang kepala banteng ditengah lingkaran bulan itu menggelar musyawarah ranting yang diikuti ribu para kader hingga simpatisan partai, Sabtu (24/1/2026).

Pelaksanaan Musyawaran di Kabupaten Buleleng dibagi menjadi tiga zona yakni di zona Timur terdiri dari Kecamatan Tejekula, Kubutambahan dan Sawan yang terlaksana di stadion Besi Mejajar, Kecamatan Kubutambahan. Sedangkan di zona tengah meliputi Kecamatan Buleleng, Sukasada serta Banjar yang dilaksanakan di Gedung Imaco Eks Pelabuhan Buleleng, Kecamatan Buleleng dan yang terakhir yakni zona Barat terdiri dari Seririt, Busungbiu dan Gerokgak terlaksana di Wantilan Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt. Dimana dalam pelaksanaan musyawaran dilakukan secara serentak di tiga zona yang ada di Kabupaten Buleleng.

Menurut Ketua DPC PDI P Kabupaten Buleleng Gede Supriatna saat dikonfirmasi menyebutkan dalam pelaksanaan Musyawarah tersebut sekitar 3.021 kader partai yang turun mengikuti kegiatan musyawaran.

”Dalam kegiatan ini sedikitnya tiga tibu lebih para kader dari PDI P turun ikut andil dalam kegiatan ini. Melalui agenda ini, PDIP Buleleng menargetkan seluruh struktur kepengurusan ranting dapat terbentuk secara lengkap dan solid,”jelas Supriatna.

Ia menegaskan, tahapan konsolidasi partai tidak berhenti di tingkat ranting. Setelah musyawarah ranting rampung, PDIP Buleleng akan melanjutkan agenda ke musyawarah anak ranting di tingkat dusun atau banjar, sembari menunggu arahan dan jadwal resmi dari DPD PDIP Bali.

“Pembentukan struktur pengurus ranting merupakan bagian penting dari konsolidasi organisasi. Ini untuk memperkuat basis partai hingga ke tingkat paling bawah,” ujar Supriatna.

Dalam penyusunan kepengurusan ranting, PDIP Buleleng juga menekankan prinsip keterwakilan. Struktur pengurus ranting yang berjumlah sembilan orang diwajibkan mengakomodasi keterwakilan perempuan minimal 30 persen, sekaligus memberi ruang bagi kader muda tanpa meninggalkan peran kader senior.

BACA JUGA:  Kabar Gembira! Opsen Pajak Berlaku, Tidak Ada Kenaikan PKB dan BBNKB, Masyarakat Dimudahkan Berbagai Layanan Digital

“Kami mengakomodir kader yang berpengalaman, perempuan, dan anak-anak muda. Dari sembilan pengurus ranting, minimal tiga orang adalah perempuan,” jelas Supriatna.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDIP Bali, Gede Kusuma Putra, menegaskan bahwa tidak ada penekanan khusus dari DPD PDIP Bali terhadap Kabupaten Buleleng dalam pelaksanaan musyawarah ranting ini. Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Bali sebagai bagian dari konsolidasi organisasi partai.

“Tidak ada penekanan khusus. Musyawarah ranting ini dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Bali memang diberikan kekhususan untuk konsolidasi secara serentak, berbeda dengan daerah lain yang pelaksanaannya bisa terpisah-pisah,” ujarnya.

Ia menambahkan, PDIP Bali telah melaksanakan tahapan konsolidasi organisasi secara berjenjang dan serentak, mulai dari konferensi daerah (konferda), konferensi cabang (konfercab), musyawarah anak cabang (musancab), hingga kini musyawarah ranting.“Ini merupakan bagian dari upaya memantapkan organisasi dan sumber daya manusia partai untuk menyongsong Pemilu 2029,” pungkas Kusuma Putra. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top