Keluarga Korban Tewas Curi Ayam Kebanjiran Bantuan, Polisi Lakukan Pembongkaran Kuburan Hingga Autopsi

otp
Suasana dikuburan Desa Adat Sidatapa saat berlangsung pelaksanaan autopsi

BULELENG-fajarbali.com | Suasana yang terjadi di rumah duka keluarga KD yang ada di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar tampah ramai kedatangan pelayat dan para dermawan guna memberikan bantuan barang dan uang kepada keluarga korban utamanya anak-anak KD yang kini viral dimedia social setelah KD yang meninggal dikeroyok massa lantaran diduga melakukan perbuatan criminal mencuri dua ekor ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan beberapa hari lalu.

Korban KD dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami pengeroyokan massa serta kendaraan miliknya yang digunakan kelokasi kejadian pencurian juga dibakar oleh massa. Viralnya kejadian tersebut hingga menyentuh rasa perihatin para netizen setelah unggahan video pendek anaknya yang menangis hesteris menyaksikan jenazah bapaknya dimandikan sebelum diantar ke kuburan.

Pantauwan dirumah duka, Senin (27/7/2026) pagi tempak rumah korban KD yang berada di Kawasan Banjar atas itu dipenuhi oleh para dermawan yang memberikan bantuan berupa barang dan uang guna bisa membantu anaknya KD yang masih duduk di bangku SMK dan Sekolah Dasar (SD) kelas II. Dari pemberian bantuan itu, tampaknya ada kendaraan roda dua Honda Scopy yeng terparkir dalam situasi baru yang merupakan bantuan dari dermawan sebagai pengganti kendaraan korban yang dibakar massa.

Anak bungsu KD yang sempat viral menangisi mendiang bapaknya yang telah meninggal dunia akibat dikeroyok massa lantaran diduga mencuri ayam sepertinya kini sudah bisa bernafas lega. Anak Perempuan yang baru berusia delapan tahun itu kini bisa menebar senyum setelah rumahnya ramai berdatangan para dermawan. Namun anak kedua KD sepertinya masih belum bisa menerima kepergian KD. Terlihat anak kedua KD nampaknya terus bersedih dan bahkan sempat menangis histeris didalam kamar mengingat kepergian bapaknya.

BACA JUGA:  Bobol ATM, Faisal Diringkus Polisi

“Kalau anak KD yang terakhir bisa tersenyum mungkin dia belum bisa memahami musibah yang terjadi sedangkan anak kedua KD nampaknya belum bisa menerima kepergian sang bapak untuk selamanya. Dia sering menangis hesteris di tengah kamar meskipun di rumah dalam suasana ramai berdatangan para dermawan,”ucap perbekel Desa Sidatapa I Made Sutama.

Bahkan Sutama mengaku menyesalkan yang terjadi salah satu warganya yang tewas dikeroyok massa lantaran terduga melakukan pencurian ayam. Bahkan Sutama mengakui seharusnya dalam Tindakan kejadian diselesaikan dengan proses hukum bukan melakukan aksi hakim sendiri yang membuat nyawa orang lain hilang.

“Kami sangat sangat menyayangkan hal yang terjadi. Semestinya ada kasus criminal silakan serahkan saja ke proses hukum tidak harus main hakim sendiri yang membuat nyawa orang hilang,”tegasnya.

Dilain sisi di Kuburan Desa Adat Sidatapa nampaknya juga ramai karena telah dilakukan pembongkaran terhadap kuburan korban KD oleh jajaran kepolisian Mapolres Tabanan. Pembongkaran terhadap kuburan korban dilakukan untuk melakukan autopsi terhadap jazad korban pengeroyokan.

Tampak di semua sisi yang ada di kuburan telah dipasangi garis polisline guna memberikan pengamanan terhadap Lokasi kuburan KD. Tampak beberapa jam kemudia anggota yang tergabung tim inafis polres Tabanan beserta tim labforensik dari RSUP. Prof. Ngoerah Denpasar tampak memasuki areal kuburan guna melakukan pembongkaran serta otopsi yang dilakukan di kuburan.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati saat dikonfirmasi disele-sela pelaksanaan pembongkaran kuburan korban KD hingga melakukan otopsi menuturkan hal itu dilakukan guna melengkapi proses penyelidikan serta melengkapi bukti dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Kita melakukan pembongkaran terhadap kuburan korban pengeroyokan guna memenuhi proses penyelidikan serta nantinya akan menjadi alat bukti dalam pengungkapan kasus kematian korban,”ucap Bayu.

BACA JUGA:  Uji Kemampuan Atlet, Taekwondo Buleleng Try In Bersama Amazing Kids Bali

Bahkan menurutnya dari hasil forensic tersebut nantinya akan digunakan sebagai alat bukti dalam pengungkapan kasus tersebut utamanya penyebab korban meninggal dunia sehingga semua nantinya terungkap dengan jelas dan terang benderang.

“Tujuan dilakukan ekshumanis yakni agar nantinya bisa mengidentifikasi identitas korban, mengetahui penyebab kematian dari korban serta dalam pembongkaran ini juga untuk mengetahui bukti-bukti kekerasan yang ada di tubuh korban yang nantinya juga akan menjadi bukti dalam pengungkapan kasus tersebut. Dimana hasil otopsi nantinya akan dipadukan dengan alat bukti yang lain,” lanjut Bayu.

Untuk diketahui korban KD merupakan korban pengeroyokan massa yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (24/7/2026) lalu. Korban dikeroyok massa lantaran terduga melakukan pencurian ayam sebanyak dua ekor kemudian dipergoki massa dan dilakukan pengeroyokan hingga korban KD meninggal dunia serta kendaraan bermotor korban juga tidak luput dari amukan massa hingga dilakukan pembakaran dilokasi kejadian. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top