Kelas Rusak Berat, Siswa SDN Dawan Kaler Berbagi Kelas Tanpa Sekat, Sebagian Belajar di UKS

u21-IMG-20251103-WA0177
Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom bersama Komisi III DPRD Klungkung meninjau kondisi SD Negeri Dawan Kaler yang rusak berat, Senin (3/11/2025).

SEMARAPURA-Fajar Bali, Seolah luput dari perhatian, sejumlah bangunan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Dawan, Klungkung dalam kondisi rusak berat. Seperti di SD Negeri Dawan Kaler dan SD Negeri 3 Besan. Bahkan hal tersebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan hingga para siswa harus pindah belajar di ruang perpustakaan dan UKS.

Kondisi tersebut terungkap ketika Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom bersama Komisi III terjun ke Kecamatan Dawan, Senin (3/11/2025). Anak Agung Gde Anom terjun ke SD Negeri Dawan Kaler dan melihat langsung bangunan kelas I, II, dan III yang rusak berat. Bagian atapnya jebol dan menimpa plafon. Sehingga ketiga ruang kelas yang bocor tersebut dipenuhi puing genteng.

Plt Kepala SD Negeri Dawan Kaler, I Ketut Gede Pasek menjelaskan, kerusakkan bangunan terjadi secara bertahap. Bermula pada bulan November 2024 lalu, bagian reng di ruang kelas III putus, sehingga plafon jebol. Kemudian kerusakkan serupa menjalar ke kelas I dan II. Puncaknya pada bulan Februari 2025, saat terjadi hujan lebat, atap di ketiga ruangan tersebut jebol dan menimpa plafon hingga roboh. "Syukurnya saat kejadian itu siswa sedang libur. Sehingga tidak ada korban," ujarnya.

Melihat ruang kelas yang sudah rusak berat, maka sejak bulan Februari siswa kelas I, II, dan III dipindah ke sejumlah ruangan. Diantaranya, siswa kelas III yang berjumlah 31 anak pindah belajar di ruang UKS. Kemudian siswa kelas II yang jumlahnya 20 anak digabung bersama anak-anak kelas V, dan siswa kelas IV dipindah belajar ke ruang perpustakaan. 

Ironisnya, siswa kelas II dan V yang digabung dalam satu kelas tidak menggunakan sekat apapun. Sehingga setiap hari, di dalam satu ruangan ada dua guru yang mengajar. Yakni satu guru untuk kelas II dan satunya lagi mengajar kelas V. Ketut Gede Pasek tak memungkiri, situasi tersebut sejatinya tidak ideal untuk  proses belajar mengajar. Hanya saja, pihak sekolah tidak memiliki pilihan lain.

"Semua siswa pasti terganggu, tetapi kalau pinjam di Balai Banjar, itu akan ganggu kesehatan anak-anak. Nanti masuk angin dan kantin juga sulit. Kalau pakai sistem shif juga tidak bisa, karena ini hasil koordinasi dengan orang tua siswa," ungkapnya.

Menindaklanjuti situasi ini, Anak Agung Gde Anom yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung I Ketut Sujana menegaskan, usulan untuk renovasi sekolah sudah dianggarkan di tahun 2026. Anggaran yang diusulkan sejumlah Rp400 juta dan diharapkan pada bulan Maret 2026 mendatang, proses pembangunan sudah bisa terealisasi.

"Kami turun menindaklanjuti masalah yang ada di sekolah. Saat kami lewat ada masalah di SDN Dawan Kaler. Kondisi bangunan sekolah sudah tidak bisa digunakan proses belajar mengajar sejak bulan Februari. Tindak lanjutnya, Kadisdik sudah mengusulkan anggaran di tahun 2026 sekitar Rp400 juta. Kalau bisa dipercepat prosesnya itu, kalau bisa bulan Maret sudah dilaksanakan," tegasnya.

Di hari yang sama, Anak Agung Gde Anom bersama Komisi III DPRD Klungkung juga meninjau bangunan SD Negeri 3 Besan yang kondisinya juga rusak berat. W-019

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top