DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kejaksaan Negeri Denpasar Selasa (14/4/2020) menyerahkan uang kerugian negara dari hasil penjualan aset milik terpidana kasus korupsi pengelolaan parkir di Bandara Ngura Rai, Chris Wisnu Sridana mantan Dirut PT Panata Sarana Bali (PSB) ke pihak Angkasa Pura.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Luhur Istighfar mengatakan, uang senilai Rp 6.564.230.400 adalah hasil pelelangan satu bidang tanah dan bangunan yang terletak di dekat Bandara Ngurah Rai.
"Semuanya ada delapan aset, tapi setelah kami lakukan pelelangan baru satu yang laku terjual sementara sisanya, ada tawaran tapi belum cocok harga," ungkap Luhur usai acara penyerahan uang kerugian negara di kantor Kejari Denpasar.
Dikatakan pula pihaknya mengembalikan uang kerugian negara atau uang hasil penjualan aset milik terpidana ke Angkasa Pura karena memang dalam perkara ini pihak Angkasa pura yang dirugikan.
"Nantinya oleh pihak Angkasa Pura baru disetorkan ke kas negara. Untuk saat ini kami serahkan ke Angkasa Pura karena memang pihak Angkasa Pura lah yang dirugikan," tegas Luhur.
Tapi apakah nantinya setelah semua aset milik terpidana yang disita terjual, mampu menutupi nilai kerugian Angkasa Pura yang sebagaimana dalam putusan hakim kasasi senilai Rp.19.432.277.917.
Terkait ini Luhur menjawab tidak tahu."Kami tidak tahu apakah nanti dari penjualan ini bisa menutupi kerugian dari pihak Angkasa Pura atau tidak. Tapi paling tidak nilai kerugian sudah menjadi kecil," tegasnya.










