Kebangkitan Kopi Kintamani, Koperasi Kopi Bali Lestari Jadi Hub Ekspor Mendunia

IMG-20260409-WA0078
Sinergi Koperasi Kopi Bali Lestari sebagai hub Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memperkuat kedaulatan petani kopi Bali.

DENPASAR-fajarbali.com | Perkebunan kopi Arabika di Kintamani, Bangli, kini memasuki babak baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui pembentukan Koperasi Kopi Bali Lestari, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem terstruktur yang memposisikan koperasi ini sebagai hub utama bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Bali.

Langkah strategis ini dibahas dalam rapat pembekalan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM Bali, Kamis (9/4/2026). Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Kemenkop RI, Lely Hiswendari, menegaskan bahwa koperasi tingkat provinsi ini dirancang untuk menaungi petani dari berbagai kabupaten demi menjamin keberlanjutan usaha dari hulu ke hilir.

“Kehadiran Koperasi Kopi Bali Lestari menjadi pendukung vital bagi 716 KDMP yang telah terbentuk di desa dan kelurahan se-Bali. Fokus utamanya adalah memastikan komoditas unggulan seperti kopi Kintamani tidak hanya berjaya di pasar lokal, tetapi juga memiliki daya tawar tinggi untuk menembus pasar ekspor secara kolektif,” jelasnya didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi & UKM Provinsi Bali, I Dewa Ketut Raka Dharmana.

Tenaga Ahli Deputi Pemberdayaan Usaha Koperasi sekaligus salah satu inisiator, Jarot Trisunu menyatakan bahwa inisiasi ini sejalan dengan visi misi Presiden RI Ke-8, Prabowo Subianto. Koperasi hadir sebagai wadah pencarian pembeli (buyer) sekaligus pengawal kualitas produk, sehingga nilai historis kopi Kintamani tetap terjaga di kancah internasional.

“Selain pemasaran, koperasi ini juga berperan dalam edukasi pengelolaan limbah kopi menjadi pupuk organik. Dengan sistem manajemen yang modern, petani tidak hanya diuntungkan dari penjualan biji kopi, tetapi juga mendapatkan nilai tambah melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) di setiap akhir tahun buku,” sebutnya.

Sementara itu, Founder Coop Coffee Foundation, Reza Fabianus, menyoroti tantangan pemenuhan kuota ekspor yang selama ini sulit dipenuhi petani secara individu. Melalui sistem hub, permintaan besar dari mitra global seperti Starbucks dapat dikonsolidasikan, sekaligus mempermudah distribusi bibit dan sarana produksi bagi para petani.

BACA JUGA:  Kolaborasi Pembiayaan Bank OCBC NISP & AwanTunai, Dorong Bisnis UMKM #BergerakMaju di Tengah Pandemi

Kopi Arabika asal Kintamani, menurut Reza memiliki cita rasa tersendiri. Selama ini buyer sendiri telah terhubung sampai ke tingkat banjar, namun kini melalui kehadiran Koperasi Kopi Bali Lestari, yang akan dihubungkan dengan KDMP di Bali, maka akan terkoneksi dengan jumlah dan kualitas kopi.

“Lewat inisiasi terbentuknya Koperasi Kopi Bali Lestari, yang akan menghubungkan petani kopi dengan KDMP, semua kebutuhan petani bisa terjawab distribusinya, baik bibit kopi, pengelolaan limbah kopi menjadi pupuk, dan lainnya,” tegasnya.

Komisaris Utama PT Koop Kopi Indonesia, Yuana Sutyowati, optimis kolaborasi entitas bisnis dan pemerintah ini akan memberikan dampak ekonomi nyata, khususnya pada musim panen raya tahun 2026 ini.

Sebagai catatan, PT Koop Kopi Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam mengekspor kopi Kintamani ke Starbucks Trading Company sejak 2018. Kemitraan ini telah membangun ekosistem rantai pasok yang solid dengan standar kualitas internasional yang sangat ketat melalui sertifikasi CAFE Practice.

Program ini juga membawa misi sosial dengan mengedepankan isu keberlanjutan, seperti pemberdayaan perempuan dan keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Solusi alami terhadap isu karbon turut menjadi bagian dari pola perdagangan berkelanjutan yang diterapkan dalam ekosistem kopi Bali.

Dengan koordinasi penuh antara Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Koperasi, KDMP sektor kopi di Kintamani diharapkan menjadi proyek percontohan nasional. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang modern, inklusif, dan berdaya saing global. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top