Ke depan, lanjut Arthanegara, SIP-POL akan dijalankan melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi tatap muka, forum dialog, hingga pemanfaatan media digital agar pesan pendidikan politik lebih inklusif dan menyentuh generasi muda.
Dengan adanya kesepakatan bersama ini, publik menaruh harapan besar agar inovasi SIP-POL tidak sekadar berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar menjadi motor penggerak demokrasi yang sehat dan partisipatif di Bali.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, mendukung sinergi dalam pelaksanaan pendidikan politik yang digagas Badan Kesbangpol dengan penekanan pemanfaatan dana bantuan politik dominan untuk pendidikan politik, serta pelaksanaan kegiatan rutin minimal sekali sebulan di hotel maupun desa/kelurahan melibatkan masyarakat.
Sementara Anggota Bawaslu Bali, Gede Sutrawan, menekankan transparansi anggaran di dinas terkait, kepolisian, pemanfaatan teknologi digital (zoom) untuk efisiensi, serta dukungan pelaksanaan kegiatan bersama pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, dan partai politik.
Dukungan penuh terhadap lahirnya SIP-POL juga dilontarkan perwakilan partai politik yang hadir. Seperti, Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Demokrat, dan PSI.
Partai politik mengaku siap bersinergi dengan Badan Kesbangpol dan penyelenggara pemilu. Mereka berkomitmen meningkatkan pemanfaatan dana bantuan politik untuk pendidikan politik dengan target pengalokasian yang bervariasi antara 51% hingga hampir 90%, serta berencana melibatkan eksternal seperti narasumber akademisi.










