SEMARAPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, Gusti Made Subrata rupanya tak berdampak pada pengumuman kelulusan, Senin (13/5).
Sebanyak 418 siswa kelas XII di sekolah tersebut diyatakan lulus. Tak terkecuali, Ni Komang Putri (19). Namun, siswi asal Banjar Tojan Kaler, Desa Tojan, Klungkung tersebut justru tidak hadir di hari kelulusannya.
Hal tersebut diungkap oleh Waka Kesiswaan SMA Pariwisata Saraswati, Made Kasjana. Dirinya mengungkap, 100 persen siswa kelas XII di sekolah tersebut dinyatakan lulus. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan diawali dengan acara sembahyang bersama yang dilanjutkan dengan pengumuman oleh masing-masing wali kelas. Sepanjang kegiatan tersebut, Kasjana justru mengaku tidak melihat kehadiran Ni Komang Putri.
"Semua siswa kami lulus 100 persen. Termasuk yang bersangkutan (Komang Putri). Tapi tadi yang bersangkutan saya lihat tidak datang ke sekolah,” ungkapnya.
Kasjana menegaskan, untuk pengumuman kelulusan pihak sekolah bersikap sangat terbuka. Bila siswa tidak hadir di hari H, maka mereka diperbolehkan datang kapan saja ke sekolah untuk melihat pengumuman secara langsung. Meski demikian, khusus untuk pengambilan ijazah dikatakan tidak boleh diwakilkan. Lantaran untuk kelengkapan ijazah selain perlu tanda tangan, juga harus berisi cap tiga jari siswa yang bersangkutan. "Kami tidak mungkin ijazah ke rumah siswa, karena harus ditandatangani dulu oleh siswa dan dicap tiga jari," imbuhnya seraya mengatakan pengambilan ijazah masih menunggu pengumuman dari provinsi.










