Dalam disertasinya, I Gusti Ayu Agung Sintha Satwika menemukan bahwa dalam mewawancarai narasumber, pemandu acara menggunakan tuturan berbentuk imperatif. Pada maksim kearifan, indikator kesantunan salah satunya adalah dengan penggunaan tuturan tidak langsung. Namun, penggunaan tuturan imperatif pada konteks talk show tidaklah mencerminkan ketidaksantunan, karena pemandu acara memiliki wewenang untuk mengatur jalannya acara atau wawancara, maupun giliran berbicara.
Penerapan maksim kerendahan hati ditunjukkan oleh bahasa tubuh tertentu, yaitu narasumber menundukkan pandangan, saat mendengar pemandu acara menyebutkan bahwa narasumber memiliki banyak penghargaan di bidang matematika. Bahasa tubuh ini dilakukan untuk menghindari kesan untuk menonjolkan diri.
Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A., selaku promotor menyampaikan hasil penelitian promovenda memiliki signifikansi, pengaruh dan dampak positif dalam dunia pengajaran dan pembelajaran bahasa utamanya untuk tenaga pendidik. (rl)
Sumber: www.unud.ac.id










