MANGUPURA-fajarbali.com | Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Badung mendapat dorongan baru melalui pelatihan inovatif bagi kader posyandu. Pada Rabu (6/8/2025), lalu tim pengabdi dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Desa Getasan, Kecamatan Petang.
Kegiatan bertema “Upaya Promotif Stunting Melalui Edukasi Stimulasi Pijat Tui Na dan Oromotor Bagi Kader di Posyandu Desa Getasan” ini dihadiri Kepala Desa Getasan beserta perangkat desa, perwakilan Puskesmas Petang I, dan seluruh kader posyandu desa setempat.
Ketua tim pengabdi Ni Komang Erny Astiti menjelaskan, stunting merupakan masalah kesehatan kronis yang terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Salah satu penyebab yang sering dijumpai adalah nafsu makan rendah pada balita, yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Pelatihan ini memberikan keterampilan kepada kader posyandu untuk melakukan pijat Tui Na dan stimulasi oromotor sebagai metode nonfarmakologis guna meningkatkan nafsu makan balita.
Pijat Tui Na, teknik pijat tradisional Tiongkok, terbukti membantu melancarkan sirkulasi energi tubuh dan memicu rasa lapar pada anak.
Sementara stimulasi oromotor berfokus pada latihan motorik dan sensorik di area mulut, yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan makan dan mengunyah.
Selain praktik langsung, kader juga dibekali pengetahuan tentang konsep stunting, pentingnya skrining pertumbuhan, serta cara memberikan edukasi gizi kepada ibu balita di posyandu.










