Menolak diwawancara ini tidak hanya sekali dilakukan Kombes Syamsi. Sejumlah wartawan di Bali merasa kecewa karena perwira melati tiga dipundak itu tidak pernah mau dikonfirmasi baik melalui telpon atau pun Whastapp.
Menanggapi hal ini Sekretaris AJI Denpasar Yoyo Raharyo angkat bicara terkait sulitnya wartawan konfirmasi Kabid Humas Polda Bali. “Sebagai pejabat publik yang dia lakukan itu hal yang konyol. Seharusnya sebagai juru bicara Polda dia tidak seperti itu, dia harus berhadapan dengan wartawan,” jelas Yoyo.
Ia melanjutkan, sikap Kombes Syamsi sebagai juru bicara Polda Bali haruslah koorperatif di masyarakat. Sebab, posisi Polda Bali sebagai instansi publik. “Kalau misalkan jubir tidak bisa diwawancara ya mending tidak ada Humas, langsung aja wawancara dengan Kapolda,” sindirnya.
Bahkan kata Yoyo, sikap Kombes Syamsi yang selalu menghindari wartawan menjadi tanda tanya. “Kalau begitu yang harus dipertanyakan Kapolda-nya, bagaimana itu punya Kabid Humas seperti itu,” ujarnya.
Hal senada dijelaskan Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra. Dia pun menyesalkan ternyata masih ada lembaga tertentu menutup informasi kepada wartawan.
"Saya sangat menyayangkan hal itu. Seharusnya di era keterbukaan informasi seperti sekarang, lembaga diharapkan lebih transparan kepada media kecuali yang sifatnya memang bukan untuk konsumsi publik," ujar Dwikora, Kamis (3/9/2020).
Apabila kata Dwikora ada yang menutup-nutupi informasi justru bisa berakibat buruk lagi bagi lembaga itu sendiri.










