Karena itu dalam pelaksanaan coklit tersebut, Pujawan minta masyarakat pro aktif, untuk memastikan dirinya benar-benar telah masuk sebagai data pemilih atau belum. Disamping itu, pihaknya juga meminta pasangan calon yang sudah mulai tampak, juga turut mengawal proses validasi data pemilih tersebut. “Untuk pasangan calon yang mulai tampak agar memantau proses coklit ini. Jangan sampai ada masyarakat yang sampai tercecer nantinya,”pinta Pujawan.
Sebelumnya sebagai tanda telah dimulainya Kembali tahapan pemilu yang sebelumnya tertunda karena Covid-19, KPU Bangli juga telah melakukan peluncuran Jigle Amrih Praja Neyaka dan penancapan kayonan yang dilaksanakan di Ruang Krisna Setda Bangli. Penancapan kayonan ini dilakukan Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, mewakili Bupati Bangli. Pada kesempatan itu juga hadiri Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan dan Damdim 1926 Bangli. Sosialisasi peluncuran jingle amrih neyaka dan penancapan kayonan ini dimaksudkan sebagai tanda dimulainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah Bangli (Pilkada) yang dihelat Desember 2020 mendatang. “Meningkatnya partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk menyukseskan Pilkada Bangli. Untuk itu, sosialisasi akan terus kami lakukan kepada semua kalangan,” pungkas Pujawan. (arw)










